Keputusan KPU Memilih ICR Vendor Driven
- Syaefullah/VIVA.
Kami juga sudah pikirkan masalah jaringan, beban puncaknya juga sudah kita perhitungkan. Jadi usulan dari kami kepada KPU sebenarnya sudah lengkap sekali dengan emergency plan. Pada tanggal 13 Februari 2009, kami serahkan laporan tersebut Kepada Anggota KPU Abdul Aziz.
Saat itu apa kata KPU?
Saat itu KPU hanya mengatakan akan memberikan kepada kami ucapan terimakasih. Tapi hingga sekarang kami sama sekali tak pernah dihubungi lagi.
Saat itu Pak Abdul Aziz bilang begini. Laporan saya terima, terima kasih, saya salut dengan fighting spirit saudara. Ia juga bicara, bahwa mereka sudah memutuskan untuk menggunakan ICR. Lalu saya tanya. Kenapa Bapak memutuskan seperti itu? Apa dasarnya?
Lalu kata Abdul Aziz: Itu urusan kami. Itu tanggung jawab kami. Lalu saya bilang lagi bahwa teknologi itu banyak kelemahannya Pak. BPS saja menggunakan ICR dengan didampingi oleh seratus operator. Lalu saya bilang lagi, bahwa Anda (Abdul Aziz) berarti sudah mengabaikan Ketua Tim Ahli IT.
Harusnya bila menggunakan teknologi baru, kami uji terlebih dahulu, Kita panggil pakar untuk menelitinya, mana teknologi yang terbaik, OMR atau ICR. Tapi dia tidak mau. Ini sudah menjadi tanggung jawab kami, kita sudah putuskan.
Begitu laporan kami selesai, tidak jelas apakah kami diberhentikan atau tidak. Sampai kemudian akhirnya diangkat lagi tim lain (Tim ahli dari BPPT).
Kenapa bisa seperti itu?
Jadi, ternyata ada vendor yang menghadap dia (Abdul Aziz). Dan antara Abdul Aziz dan vendor tersebut telah berhubungan terlebih dahulu. Jadi keputusan KPU itu vendor driven (dikendalikan oleh vendor). Itu kan tidak benar.
Abdul Aziz juga menyebut salah satu orang dari vendor yang memberikan pertimbangan untuk memilih ICR, yaitu Hafiz. Itu kalau tidak salah dari vendor ICR bernama Orchid (Orchid Reader adalah software ICR besutan CV Rakreasi Teknologi Indonesia yang dipakai oleh sekitar dua ratusan KPUD kabupaten/ kota - Red).
Sebelumnya saya pernah dengar bahwa orang yang sering mengusung teknologi ICR itu namanya Dimas. Namun, ketika saya konfirmasi apakah Dimas adalah orang yang mempengaruhinya, Abdul Aziz mengatakan bahwa dia tidak mengenal Dimas. Tapi kenal Hafiz.