Menguak Misteri Harta Karun Majapahit

Majapahit
Sumber :
VIVA.co.id
img_title Penggalian Lokasi Situs Majapahit Dinilai Langgar UU
- Konon, pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, Majapahit mengadakan pesta besar karena kedatangan duta dari Tiongkok, angkatan perang negeri Tartar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title Patung Sepasang Kekasih Masa Majapahit Ditemukan Warga

Raja menyuguhkan hidangan dengan perkakas dari emas, mulai nampan, piring sampai sendok.
img_title Gundukan Tanah Diduga Kuat Situs Leluhur Raja-raja Jawa

 
Para tamu menilai bahwa Majapahit memang negara besar yang patur dihormati. Setelah pesta usai, sebelum para tamu pulang, Hayam Wuruk ingin memperlihatkan kekayaan kerajaan  Majapahit.

Semua perkakas dari emas itu dibuang ke Kolam Segaran, tempat di mana pesta itu dilangsungkan.

Sebagian masyarakat beranggapan perabot makan yang dibuang ke kolam akan diambil kembali untuk dicuci, setelah para tamu asing itu meninggalkan acara perjamuan. Ada pula yang beranggapan, perabotan yang dibuang ke kolam itu tak pernah diambil lagi.

Sehingga sampai sekarang banyak temuan perabot makan dari emas di kolam Segaran.
 
Sebenarnya harta karun Majapahit tidak cuma itu. Harta karun yang ditemukan di seputar Trowulan selain berupa uang keping emas, peralatan rumah tangga kerajaan, patung-patung dan candi-candi .

Terdapat kisah tentang Desa Kemasan yang terletak di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Nama desa ini konon berasal dari banyaknya emas di dalam tanah. Emas tersebut adalah peninggalan kerajaan Majapahit.

Pelestarian Trowulan dirintis oleh Henry Maclaine, pendiri ITB. Dia mengajak Adipati Mojokerto dan warga setempat untuk melakukan konservasi pusaka kecil-kecilan di Trowulan. 

Henry menemukan situs terpendam dan banyak artefak. Sebagian besar berbalut emas, namun saat pendudukan Jepang Henry ditangkap dan terjadi eksploitasi besar-besaran.
 
"Saat itu hampir setiap hari ditemukan emas. Sampai muncul para pemburu harta karun selain warga setempat yang ikut memburu emas. Ini terus berlangsung sampai tahun 1965.  Terjadi Gerakan 30 September yang membuat warga dan para pemburu harta karun meninggalkan Desa Kemasan. Warga desa kembali menjadi petani dan para pemburu emas yang berasal dari negeri seberang meninggalkan Indonesia," ujar Dimas Cokro Pamungkas, budayawan Trowulan.

Selanjutnya... Harta Karun Tertimbun Letusan Gunung...



Harta Karun Tertimbun Letusan Gunung

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Di Museum Gajah Jakarta, di Muteran Treasure Majapahit di lantai 4, bisa disaksikan harta karun berupa emas berbentuk uang koin dan mahkota kerajaan yang juga terbuat dari emas dan mutu manikam. Beberapa waktu lalu  juga ditemukan harta karun emas di Trowulan.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut