Menguak Ciri-ciri Satrio Piningit Ramalan Jayabaya
Jumat, 12 Juni 2015 - 11:14 WIB
Sumber :
- VIVA.co.id/ Dody Handoko
Â
"Sesuai dengan namanya "piningit", ia tidak akan sibuk memperkenalkan diri sebagai Satrio Piningit," kata Aziz.
Baca Juga
Sebab itu, carilah satria itu yatim piatu, tak bersanak saudara, sudah lulus weda Jawa, hanya berpedoman trisula, ujung trisulanya sangat tajam membawa maut, atau utang nyawa, yang tengah pantang berbuat merugikan orang lain, yang kiri dan kanan menolak pencurian dan kejahatan (bait 168).
Â
Secara lahiriah, pastilah Satrio memiliki sebab, sehingga ada akibat (memiliki saudara dan orangtua). Berarti, kalimat ini diartikan secara tersirat sesuai dengan derajatnya para dewa, dan mengarahkan pada kelakuannya yang tidak membeda-bedakan mana kakak, adik, atau bukan. Dengan kata lain, Satrio Piningit tidak akan KKN dan selalu berbuat adil.
Â
Ujung trisulanya tajam membawa maut, atau utang nyawa, yang tengah pantang berbuat merugikan orang lain, yang kiri dan kanan menolak pencurian dan kejahatan. Trisula ini merupakan kelakuan, atau perbuatan dari Satrio itu sendiri.
Â
Senang menggoda dan minta secara nista (bait 169). Senang menggoda bisa diartikan genit, atau suka bercanda. Sedangkan kalimat minta secara nista adalah bagian dari candaan ataupun godaannya.
Â
Diterangkan jelas bayang-bayang menjadi terang benderang (bait 170). Dengan kemampuannya, segala sesuatu yang bayang-bayang, atau tidak jelas, atau tersamar, atau tersembunyi akan menjadi terang.
Â
Sesuai dengan zaman sekarang ini, banyak sejarah dihapus, atau diselewengkan, atau dibelokkan, sehingga kita kehilangan jati diri. Sepertinya, hanya Satrio Piningit yang mampu meluruskan sejarah kita.
Â
Hanya satu ini yang dapat memberi petunjuk tentang arti dan makna ramalan saya (bait 171). Berarti, dengan mudah Satrio Piningit dapat memberi petunjuk arti dan makna dari ramalan Jayabaya tersebut. (asp)
Kisah Pelukis Arwah Si Manis Jembatan Ancol
Aneh tapi nyata, namun begitulah faktanya.
VIVA.co.id
19 Januari 2016