Isi Ramalan Jayabaya yang Terbukti
Sabtu, 13 Juni 2015 - 07:02 WIB
Sumber :
- VIVA.co.id/ Dody Handoko
Â
Dalam Kitab Jangka Jayabaya pernah diungkapkan bahwa nanti akan banyak kaum laki-laki dan perempuan yang akan kehilangan rasa hormat sampai rasa malu. Ada lagi yang menarik ungkapan dalam Jangka Jayabaya yakni wong wadon ilang kawirangane wong lanang ilang prawirane.
Baca Juga
Â
Kitab Jangka Jayabaya memprediksi akan terjadi praktek korupsi di Tanah Air yang dulu masih bernama Nusantara. Hal tersebut bisa dilihat dari banyaknya pejabat yang haus akan kekuasaan dan melanggar sumpah-sumpah jabatannya.
Â
Perlambang itu lain adalah akeh janji ora ditetepi, akeh wong nglanggar sumpahe dewe (artinya banyak orang melanggar janji dan sumpah jabatan yang diartikan untuk para pejabat banyak dilanggar, misalnya hakim berkhianat, pejabat yang korupsi dan lain sebagainya).
Â
Dalam Kitab Jangka Jayabaya memprediksi pasar rakyat yang biasanya ramai di pagi hari kini sudah tak bisa didengar lagi dalam radius 5 km. Beberapa sindiran tersebut antara lain, mbesuk yen ana kereta mlaku tanpa jaran, tanah Jawa kalungan wesi, prahu mlaku ing duwur awang-awang, kali ilang kedunge, pasar ilang kumandange. Iku tanda yen tekane jaman Joyoboyo wis cedak.
Â
Kalau diterjemahkan "Besok kalau sudah ada kereta berjalan tanpa kuda, tanah Jawa berkalung besi – artinya adanya kereta api, perahu berjalan di atas angkasa – artinya terciptanya pesawat terbang. Sungai hilang kedungnya artinya kehilangan sumber air dan ini sudah terbukti, termasuk pasar hilang kumandangnya, di mana zaman dahulu pasar di pagi hari seperti suara lebah karena suara pedagang dan pembeli bisa terdengar di radius 5 km."
Â
Sedang budayawan Jombang, Dimas Cokro Pamungkas, mengatakan, Raja Jayabaya sudah memprediksi sejak dulu bahwa pulau Jawa akan banyak digenangi banjir. Zaman itu disebut olehnya Zaman Kalatirto.
"Zaman Kalatirto atau zaman air, di Jawa sering terjadi banjir karena Sang Hyang Raja Kano yang bertahta di Negara Purwocarito sering menata batu besar untuk membendung kali dan bengawan. Ini dihitung mulai tahun 301-400 tahun surya atau mulai tahun 310-412 tahun candra," ujar dia. (ren)
Halaman Selanjutnya