Masyarakat Adat: Dana Aspirasi Akal-akalan DPR

Wimar Witoelar di Jumpa Pers Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun
Sumber :
  • VIVAnews/Muhamad Solihin

VIVA.co.id - Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) menentang usulan dana aspirasi yang diajukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat. AMAN menilai, dana itu hanya akal-akalan DPR untuk mendapatkan uang tambahan.

FITRA: Pertanggungjawaban Dana Aspirasi DPR Belum Jelas

"Itu hanya akal-akalan anggota DPR untuk dapat extra cash untuk bangun konstituen dan calon konstituennya, membangun jaringan yang kurang suci lah," kata Juru Bicara AMAN, Wimar Witoelar di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2015.

Menurut dia, jika DPR memang memiliki keinginan untuk memenuhi aspirasi masyarakat, caranya bukan dengan dana itu. Tetapi dengan menyerap aspirasi mereka dengan sering bicara dengan mereka serta membawa aspirasi itu ke ranah politik. "Dana aspirasi itu betul-betul buat bagi-bagi," kata Wimar.

Eksekutif Lebih Banyak Habiskan Anggaran daripada DPR

Sementara, untuk kepentingan daerah pun jelas tidak adil. Sebab, dana itu bisa saja diselewengkan. "Kalau pak Prabowo bilang, kebocoran, memang betul. Proses kebocoran sengaja yang dilakukan politisi, nggak ada hubungan dengan apa yang dikumandangkan," ujarnya menambahkan.

Namun, masyarakat adat lega karena Presiden Joko Widodo sudah menolak dana aspirasi itu. "Karena jelas argumennya benar. Ya akan tambah kesenjangan, ya tambah korupsi, tidak akan bantu kepekaan DPR."

PKB Tolak Kenaikan Tunjangan DPR

(mus)

Ilustrasi Sidang Paripurna DPR

DPR Bantah Tudingan Dana Aspirasi Tak Jelas

Seluruh kelengkapan administrasi dana tersebut ada di Sekretariat DPR.

img_title
VIVA.co.id
9 Oktober 2015