Siasat Bung Karno Hadapi Tentara Jepang
- VIVA.co.id / Dody Handoko
“Saya tidak akan menyarankan saudara-saudara untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kebiasaanmu. Rencana ini sejalan dengan pekerjaan saudara-saudara sendiri,” kata Bung Karno.
Seorang pelacur menyahut, “Saya dengan Jepang kaya-kaya dan royal dengan uang.”
“Benar,” jawab Bung Karno, “mereka juga punya jam tangan dan perhiasan lainnya.”
“Saya menganggap rencana ini saling menguntungkan dalam segala segi,” ujar seorang pelacur yang berperan sebagai juru bicara. “Tidak hanya kami akan menjadi patriot besar, tapi ini juga suatu perjanjian yang menguntungkan.”
Ringkas cerita, Bung Karno berhasil menghimpun 120 pelacur, kemudian membawanya ke tempat terpencil. Dibangunkannya kamp yang dipagar tinggi di sekelilingnya.
Bung Karno pula yang membuatkan aturan, setiap prajurit diberi kartu dengan ketentuan hanya boleh mengunjungi tempat itu sekali dalam seminggu. Dalam setiap kunjungan, kartunya dilubangi.
Meski begitu, di dalam hati Bung Karno tertawa geli. Demi memikirkan kondisi di mana seorang pemimpin pergerakan kemerdekaan, harus melaksanakan tugas tak ubahnya seorang germo. (ase)