Luhut Panjaitan Murka Disebut Ikut Melobi Freeport

Kepala Kantor Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf
VIVA.co.id - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Luhut Binsar Panjaitan, murka dengan berbagai pemberitaan dan rumor yang menyebut bahwa dia ikut melobi perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.
Papua Bangun Kompleks Olahraga Mewah untuk PON 2020

Luhut mengaku tak sedikit pun berpikir untuk memperpanjang kontrak PT Freeport di Indonesia. Sikap tegasnya pun sudah diketahui Presiden Joko Widodo, sehingga tak ada bukti atau alasan yang kuat sehingga dia disebut terlibat melobi Presiden untuk memperpanjang kontrak Freeport.
Rampingkan Organisasi, Saham Induk Freeport Melonjak

Luhut secara tegas dan lugas bahwa dia terganggu dengan berbagai pemberitaan dan rumor yang mengait-ngaitkan namanya dalam skandal yang melibatkan Setya Novanto (Ketua DPR), Maroef Sjamsoeddin (Presiden Direktur PT Freeport Indonesia), dan Riza Chalid (pengusaha minyak).
Apa Kabar Divestasi Saham Freeport?

“Saya benar-benar terganggu. Menurut saya sudah keterlaluan. Keluarga saya terganggu. Anak saya yang masih tentara aktif juga terganggu,” kata Luhut dalam konferensi pers di kantor Kementerian Koordinator Polhukam d Jakarta pada Jumat, 11 Desember 2015.

Luhut mengultimatum semua pihak agar adil menilai skandal Freeport, yang belakangan populer juga disebut dengan skandal ‘Papa Minta Saham’ itu. Dia menantang kepada siapa pun yang dapat membuktikan keterlibatannya dalam skandal itu. “Tunjukkan salah saya di mana!”

Jenderal purnawirawan mantan Komandan Kopassus itu menegaskan bahwa dia akan mempertaruhkan segalanya demi memulihkan nama baiknya. Dia juga berkomitmen tetap mempertahankan pendiriannya untuk tidak memperpanjang kontrak PT Freeport di Indonesia.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya