PPATK Blokir 26 Rekening Dana Terduga Teroris

Sumber :

VIVA.co.id - Ketua Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf mengatakan lembaganya telah memblokir sebanyak 26 rekening atas dana milik orang atau korporasi yang tercantum dalam daftar terduga teroris dan organisasi teroris.

img_title Densus 88 Tangkap 11 Terduga Teroris di 6 Provinsi, Diduga Terhubung Lewat Pertemuan Daring

"Implementasinya dibekukan dana sebesar Rp2 miliar atau Rp 2.083.684.874 per Mei 2015," ujar Yusuf dalam konferensi pers Refleksi Akhir Tahun 2015 di Kantor PPATK, Jakarta, Senin 28 Desember 2015.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pembekuan ini menurutnya merupakan tindak lanjut dari Peraturan Bersama (Perba) tentang Pencantuman Identitas Orang dan Korporasi Dalam Daftar Terduga dan Organisasi Teroris. Sehingga dengan Perba ini, rekening perorangan maupun organisasi yang terduga teroris bisa dilakukan tindakan pemblokiran

img_title Kopilot Flydubai Serang Pilot Tujuan Israel Pernah Dilarang Terbang karena Pandangan Ekstremis

"Distribusi (dana terorisme) disebarkan melalui yayasan baik yang berbasis agama maupun sosial. Salah satunya berada di salah satu yayasan di Jakarta," kata Yusuf.

Berdasarkan Laporan Refleksi Akhir Tahun 2015 PPATK, Perba ini telah diundangkan Menteri Hukum dan HAM serta ditandatangani seluruh pimpinan lembaga dan kementerian negara.

img_title 3 Terduga Teroris ditangkap di Sulteng, Ada yang Sudah 9 Tahun Tinggal Menyamar Jadi Petani

Perba ini muncul untuk melengkapi keterbatasan pelaksanaan dari Undang-Undang (UU) tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme.

Dalam UU tersebut tidak ada mekanisme soal pelaksanaan pembekuan dan ada yang tidak sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Ilustrasi Bendera Iran

Iran Tetapkan AU dan AL Inggris Organisasi Teroris

Iran menuduh Inggris berpartisipasi dalam serangan AS-Israel melawan Iran dengan memberikan akses ke pangkalan serta fasilitas militer dan logistik di bawah Inggris

img_title
VIVA.co.id
1 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut