SBY: Jika Kereta Cepat Kecelakaan, Bisa Jadi Malapetaka

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan sambutan saat menghadiri perayaan ulang tahun Partai Demokrat di gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Rabu (9/9/2015).
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan sambutan saat menghadiri perayaan ulang tahun Partai Demokrat di gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Rabu (9/9/2015).
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ahmad Rizaluddin

VIVA.co.id – Proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung menuai kontroversi. Banyak pihak yang mempertanyakan efisiensi keberadaan pembangunan tersebut, sebab sudah ada jalur yang mendukung untuk mencapai kota kembang itu.

Mantan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono angkat bicara tentang proyek ini. Dalam sebuah wawancara yang diunggah ke Youtube, SBY, begitu sapaannya menjelaskan, jika pembangunan kereta cepat ini harus didasarkan faktor keamanan dan keselamatan.

"Jalan Jakarta-Bandung melalui jalur Cipularang saja sering terjadi kecelakaan di ruas tertentu. Saya tidak tahu apakah itu tanahnya yang bergerak atau ada kemiringan tertentu," ujar SBY seperti dikutip VIVA.co.id, Selasa, 9 Februari 2016.

Ketua Umum Partai Demokrat Ini menambahkan, kecelakaan yang sering terjadi di ruas itu paling banyak menimpa kendaraan pribadi, baik kecelakaan beruntun maupun kecelakaan tunggal. Dan memakan korban jiwa.

Dia membayangkan, jika kereta cepat ini dibangun di jalur tersebut, makan akan berdampak hal serupa.

"Kalau kereta cepat mengalami kecelakaan di jalur tertentu itu, bakal menjadi malapetaka," ucap dia.

SBY menerangkan, untuk menghindarhi hal itu, harusnya pemerintah langsung memberikan kepercayaan kepada masyarakat agar tetap tenang dengan jalur yang digunakanpun aman.