Anjing Pelacak Mulai Jaga Lapas dan Rutan

Pemeriksaan pengunjung lapas
Sumber :
  • Kabag Humas Ditjen Pas, Akbar Hadi

VIVA.co.id – Direktorat Lembaga Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM di wilayah DKI Jakarta, mulai hari ini, Selasa, 1 Maret 2016, menerapkan metode pengamanan baru pada pengunjung rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas). 

img_title 3 Wilayah Peredaran Narkoba Tertinggi di Jakarta, Salah Satunya Kampung Bahari

Setiap pengunjung, sebelum masuk ke areal dalam dan menemui warga binaan, harus menjalani pemeriksaan anjing pelacak dari unit K-9 Ditjen Bea Cukai, yang memiliki kemampuan khusus mengendus narkoba. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tadi sudah mulai, dengan unit K-9 dari Bea Cukai. Ini termasuk anjing yang tidak ganas, jadi mereka hanya mengendus saja," ujar Kabag Humas Ditjenpas, Akbar Hadi saat dihubungi VIVA.co.id.

img_title Kelihaian Anjing Pelacak K9 Polri Temukan Korban Tertimbun Reruntuhan Gempa Myanmar

Saat menemukan narkoba, anjing ini pun tidak menyerang orang yang membawanya, tapi hanya memberikan tanda pada petugas. Kemudian, pengunjung itu akan dipisahkan untuk diproses lebih lanjut.

Proses pemeriksaannya pun tidak dilakukan setiap hari, melainkan sesuai permintaan kepala rutan dan lapas. "Random, tidak setiap hari. Dari pusat yang penting sudah ada koordinasi," terangnya.

img_title 7 Orang Jaringan Fredy Pratama Ditangkap Awal 2025, 4 Orang WNA

Proses pemeriksaan ini baru berlangsung di wilayah DKI Jakarta, yaitu di Rutan Cipinang, Lapas Narkotika Cipinang dan Rutan Salemba. Dimana setiap lokasi, ada dua anjing pelacak. "Ini sebagai pilot project, nanti secara bertahap ke depannya juga secara nasional," ungkap Akbar.

Penerapan sistem pengamanan baru ini diberlakukan untuk menerapkan komitmen zero tolerance pada telepon selular, pungutan liar dan narkoba. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, untuk kalangan pegawai internal, mulai hari ini juga diberlakukan larangan membawa telepon selular ke dalam ruang kerja mereka. Kebijakan baru ini untuk mencegah terjadinya penyelundupan telepon selular ke warga binaan.

"Petugas struktural dilibatkan untuk menggeledah para petugas regu penjagaan," kata Akbar. (ase)

Ilustrasi kasus pembunuhan dan mutilasi di Depok

Hari Kedua, Polisi Turunkan Anjing Pelacak Cari Potongan Kaki Korban Mutilasi di Kali Depok

Polda Metro Jaya akan melanjutkan pencarian potongan kaki korban mutilasi di Kali Licin, Depok. Dua anjing pelacak diterjunkan pada hari kedua pencarian.

img_title
VIVA.co.id
7 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut