Perang Kritik SBY Vs Jokowi Diprediksi Terus Berlanjut

Joko Widodo dan Susilo Bambang Yudhoyono.
Sumber :
  • Biro Pers Istana/Abror Rizki

VIVA.co.id – Saling kritik antara Presiden RI Joko Widodo dengan Mantan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dinilai akan terus berlanjut. Tidak berhenti pada persoalan mega proyek Hambalang saja.

Mantan anak buah SBY di Demokrat, Gede Pasek Suardika, mengaku yakin akan ada kejutan yang diberikan Jokowi.

Kasus Hambalang yang disidak pada Jumat 18 Maret lalu, dinilai sebagai awal perang kritik.

"Pastinya akan begitu (saling kritik). Karena Pilpres akan ada satu pemenangnya," kata Pasek, kepada VIVA.co.id, Minggu 20 Maret 2016.

Pasek mencontohkan, kasus reklamasi di Teluk Benoa Bali. Menurutnya, Jokowi bisa kembali memperlihatkan kritiknya ke SBY dengan mencabut Peraturan Presiden atau Perpres Reklamasi Benoa.

"Kalau mau telaah sebenarnya keduanya bisa lanjut ke 'Tour de Bali'. Di mana di sini bisa jadi Padang Kurusetra kedua bagi keduanya," katanya.

Lanjut Pasek, dimana di akhir periode Presiden SBY mengeluarkan Perpres Nomor 51 tahun 2014 untuk memuluskan reklamasi Teluk Benoa. Reklamasi sendiri mendapat penolakan dari masyarakat adat.

"Dan Jokowi sekarang sebenarnya tinggal mencabut saja. Maka SBY akan kalah telak lagi," kata anggota Dewan Perwakilan Daerah itu.

Alasan Kuat SBY Perlu 'Sentil' Jokowi

Walau Pasek masih ragu Presiden Jokowi akan mencabut, namun dia yakin Jokowi akan melakukan hal seperti di Hambalang di berbagai provinsi.

"Dan begitu seterusnya. Tiap provinsi akan saling sahut menyahut dengan menarik cerdas dan menghibur," katanya.

Lagi, SBY Kritik Pemerintah Soal APBN 2016

Di sisi SBY, Pasek yakin tidak akan diam. Dia merasa yakin, Ketua Umum DPP Demokrat itu juga sedang menyiapkan diri.  "Permainan masih berlanjut. Akan ada serangan balik lagi dari SBY," katanya.

Caleg PKS Joko Widodo bersama dengan Habib Rizieq Shihab.

Joko Widodo Direstui Habib Rizieq hingga Rumah Wah Inneke Koesherawati

Pertemuan Joko Widodo dengan Rizieq Shihab terjadi di Arab Saudi.

img_title
VIVA.co.id
27 Juli 2018