Muhammadiyah: Autopsi Siyono Dihadiri Dokter Polri
- VIVA/Nadlir
Kedua, tidak betul kematian Siyono akibat pendarahan hebat di Kepala. Alasannya hasil autopsi tidak menunjukkan demikian.
"Memang ada bekas pukulan di kepala tapi itu bukan penyebab kematian. Tidak ada pendarahan di kepala, lah ini kok aneh polisi tahu tapi belum melakukan autopsi," ujarnya.
Ketiga, ada pendarahan hebat akibat patah pulang dibagian dada yang menusuk jantung. "Jadi patah tulang itu berujung pada terkenanya jantung. Itu penyebab kematiannya," tegas Dahnil.
Terakhir, dari hasil autopsi diketahui pula tidak ditemukan adanya upaya perlawanan yang dilakukan Siyono, meski medapat kekerasan yang diduga dilakukan anggota Detasemen Khusus (Densus 88) Antiteror Mabes Polri.
"Tidak ditemukannya indikasi perlawanan dari korban. Darimana? Tidak ada luka tangkis yang bentuknya perlawanan misal di siku korban," ujar Dahnil. (ase)
Â