Jokowi: Menteri yang Kerjanya Lambat Harus Diganti

Presiden Joko Widodo.
Sumber :
  • Twitter @jokowi

VIVA.co.id –  Presiden Joko Widodo menegaskan, Indonesia kini tengah mengupayakan pembangunan secara merata ke seluruh wilayah Indonesia. Menurut Jokowi, pemerataan itu penting bagi masyarakat dan industri di Indonesia.

Australia Umumkan APBN Baru, Apa Efeknya Bagi Diaspora Indonesia?

Itu sebabnya ia membutuhkan menteri yang siap bekerja dengan cekatan. Demikian kata Jokowi saat bertemu dengan masyarakat Indonesia di Seoul, Korea Selatan, 15 Mei 2017.

"Dulu kita konsentrasi di Jawa, sekarang kita sebar, tidak Jawasentris, tapi Indonesia-sentris. Ini sudah kita mulai. Jalan tol, Tol Trans Sumatera, sudah dimulai di Lampung. Palembang kita harapkan dalam tiga  tahun dan nanti sampai ke Aceh. Di timur sudah kita mulai kereta apinya, di Sulawesi. Supaya Nusantara merata, tidak hanya di Jawa terus, karena di luar jawa juga butuh infrastruktur," kata Jokowi seperti dalam keterangan pers yang diterima VIVA.co.id dari Tim Komunikasi Presiden, Senin, 16 Mei 2016.

BNI International Remittance, Siap Layani 7 Juta Diaspora Indonesia

Di samping itu Jokowi juga menyampaikan kepada masyarakat Indonesia yang hadir bahwa dirinya tidak ingin para menterinya mengulangi kesalahan-kesalahan terdahulu dan bekerja lamban. Maka Jokowi memberikan target kepada para menteri untuk menyelesaikan pekerjaan masing-masing.

“Perencanaan sudah puluhan tahun tapi tidak diputuskan. Eksekusi dan dimulai, saya cek terus. Sehingga kalau saya ke sana, ke sini, saya kontrol pekerjaan, apa problemnya, sampaikan ke saya. Kalau ada masalah tanah, saya telepon menteri, kok pembebasan lama sekali. Saya cek lagi belum apa-apa, ya ganti. Mesti copot dong. Kalau tidak ada target, enak dong kerja," ujarnya menjelaskan.

Diaspora Indonesia Tak Bisa Kembali ke Australia Cuma Bisa Pasrah

Dalam pertemuan tersebut, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku terusik ketika melihat fasilitas perbatasan di negara tetangga jauh lebih bagus dari Indonesia. Ia pun menginstruksikan agar wilayah perbatasan Indonesia dibangun dengan yang jauh lebih baik dibanding fasilitas perbatasan negara tetangga.

"Kalau saya pergi ke Matoai, di Timur Leste, gedung besar, jalan bagus, di tempat kita, saya enggak berani ngomong. Saya minta minggu ini juga bangunan diruntuhkan dan harus lebih bagus dari yang di sana. Yang di Entikong juga sama, lebar jalan 4-5 meter, kemudian bangunan pemeriksaan juga aduh. Saya bandingkan juga. Saya sampaikan akhir tahun depan harus selesai," ujarnya sambil menggelengkan kepala.

Di penguhujung pidatonya, Jokowi menyampaikan harapannya agar industri semakin terdorong dan lapangan pekerjaan semakin terbuka lebar. Dia menekankan bahwa Indonesia kaya akan sumber daya alam namun, saat ini Indonesia belum memiliki infrastruktur yang dapat mengolahnya.

"Ke depan semoga target bisa dipenuhi, buka lapangan kerja yang seluas-luasnya, dan kita harapkan pertumbuhan ekonomi semakin baik, sekaligus pemerataan di semua pulau," lanjut Jokowi.

(ren)

Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, Suryo Pratomo.

Dubes RI untuk Singapura Apresiasi Promosi 10 Bali Baru Lewat Buku

Dubes RI untuk Singapura mengapresiasi penerbitan buku The 10 New Bali: Unique Destinations and Investment Opportunities.

img_title
VIVA.co.id
18 Juni 2021