Pria Ini Tak Menyangka Teman Kencannya Komplotan Jambret

Polisi membeberkan tersangka Saroni dan barang bukti penjambretan di Markas Polrestabes Surabaya pada Kamis, 19 Mei 2016.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal

VIVA.co.id - Maunya berkencan ria dengan seorang perempuan, Abdul Latif malah apes. Dia menjadi korban perampasan setelah terpikat status ajakan kencan melalui aplikasi percakapan Blackberry Messenger (BBM) milik wanita bernama Ayu Listiyorini (25 tahun). Si perempuan ternyata komplotan jambret.

img_title Waspada! Kawasan Senayan Langganan Jambret, Penyiar Radio Jadi Korban

Kisah apes Latif diungkap Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya. Ceritanya, beberapa hari lalu suami-istri siri bermukim di Jalan Amesrowo, Surabaya, Saroni (27 tahun) dan Ayu Listiyorini, dilanda permasalahan ekonomi. Tidak menemukan cara halal, keduanya merancang skenario kejahatan untuk mendapatkan uang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kejahatan yang direncanakan ialah perampasan barang berharga. Lalu dipasanglah Ayu untuk berperan sebagai umpan. Sementara suaminya, Saroni, sebagai eksekutor. Mula-mula, Saroni mengunggah status di BBM istrinya dengan bunyi, “Ayo ketemuan. Ada yang mau ngajak enggak?”

img_title Jambret Sadis di Tambora, Modus Komplotan Pelaku Pakai Jaket Ojol

Kalimat menggoda di aplikasi BBM berfoto profil wanita itu disambut teman kontak BBM Ayu, yang sebagian banyak tidak dikenalnya. Dan yang terpancing ajakan kencan itu ialah Latif. Ia mengirim pesan ke Ayu bertulisan, “Mau ketemuan di mana?”

Singkat cerita, Latif dan Ayu sepakat bertemu darat di kawasan Pasar Kembang, Surabaya. Saroni pun mengantar istrinya itu untuk menemui korban. Saroni pulang menemui dua temannya yang akan diajak berbuat jahat, sementara Ayu jumpa darat dengan korban.

img_title Instruksi Kapolda Metro, Tembak Mati Jambret

Ketika kembali ke Pasar Kembang, ternyata Ayu sudah tidak di tempat. "Saya hubungi istri saya untuk memastikan di mana posisi tepatnya," kata Saroni di Markas Polrestabes Surabaya, Kamis, 19 Mei 2016.

Dari sambungan telepon, Saroni mengetahui bahwa istrinya diajak korban untuk menginap di sebuah hotel di kawasan Pantai Kenjeran. Waktu berbicara di sambungan telepon, Ayu dan korban masih di Jalan Bubutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bersama dua temannya, Saroni langsung mengebut untuk mengejar korban yang saat itu membonceng istrinya. Korban terkejar di Jalan Bubutan. Saroni langsung memepet motor korban. Dalam kondisi motor berjalan, Saroni berupaya mematikan motor korban.

Mungkin salah gerak, aksi Saroni justru membuat korban gugup. Motornya selip, korban dan Ayu terjatuh. Saroni mengambil kesempatan itu untuk merampas ponsel korban. "Saya rampas ponselnya, bukan motornya," Saroni mengakui.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut