Geng Motor di Yogya Lukai Delapan Remaja di Jalanan

Ilustrasi/Anggota geng motor di Pekanbaru yang diamankan kepolisian beberapa waktu lalu
Sumber :
  • ANTARA/FB Anggoro

VIVA.co.id – Entah alasan apa, sejumlah anak muda yang diduga tergabung dalam sebuah geng motor di Gunungkidul, Yogyakarta, melakukan penyerangan dan melukai tujuh remaja di daerah itu, Minggu 5 Juni 2016.

Kejadian ini terjadi sekira pukul 13.00 WIB dan dilakukan oleh puluhan remaja yang menggunakan lebih dari 50 motor. Menurut keterangan para korban, seluruh pelaku menggunakan kaos seragam berwarna hitam dan bertuliskan, 'Holigan To Fight Brotherhood Yogyakarta'.

Diki, salah seorang korban mengaku, awalnya ia bersama 13 rekannya baru saja usai dari kegiatan Padusan, yakni budaya warga setempat menyucikan diri menyambut datangnya bulan Ramadan.

Di perjalanan, ia bersama rekannya bertemu dengan rombongan geng motor. Diki yang bersepeda bersama rekannya, memilih untuk menepi di pinggir jalan. Namun tanpa diduga, justru geng motor ini mendekati mereka dan memukuli mereka dengan senjata tajam seperti pedang dan gir sepeda motor.

"Padahal saya sudah bilang kalau saya ini anak SMP, mereka menjawab tidak peduli dan terus memukuli saya dan teman-teman. Bahkan, saya sempat akan disabet sabit tetapi saya menghindar," kata Diki di RSUD Wonosari, Gunungkidul, Minggu 5 Juni 2016.

Korban lainnya, Rio (16 tahun), Rozi (16) terkena sabetan pedang. Sementara Farhan, kena tongkat di bagian pelipis kiri serta Daniel (14) dan Amar (15) terkena batu. "Kunci motor saya dibuang pelaku, saya lari ke hutan, teman-teman yang lain ada yang melarikan diri ke rumah penduduk," kata Rozi

Sementara korban lainnya, Ramadhan (15) dan Surahman (15), warga Sleman, mengatakan, dia pulang dari Pantai Pok Tunggal bersama 23 orang temannya. Saat bertemu rombongan geng tersebut, ada sebagian yang memilih balik.

Namun nahas saat balik, dia dikejar dan ditendang hingga terjatuh. "Waktu itu saya balik kanan, tiba-tiba ditanya, kamu anak mana, saya jawab Sleman. Mereka langsung nendang kami," kata Ramadhan.

Ini Motif Pelaku Penembakan Misterius di Bantul

Setelah mengetahui dia terjatuh, mereka pergi meninggalkan dia bersama temannya. Ia mengalami luka kaki dan tangan. Surahman harus mendapatkan perawatan medis karena luka di bagian pundak, tangan serta kaki. "Saya masih menunggu orangtua saya ke sini dari Sleman,” ucap Surahman.

Usai kejadian brutal tersebut, kepolisian langsung bergerak cepat untuk menangkap geng motor yang melukai pengendara itu. Polisi berhasil mengamankan enam pelaku pengeroyokan.

Isi Pesan BBM Sebelum Penembakan Misterius di Bantul

Kapolres Gunungkidul, AKBP Nugrah Trihadi, mengatakan keenam pelaku saat ini tengah diperiksa oleh petugas di Polsek Saptosari. Adapun barang bukti yang diamankan berupa gir sepeda motor yang dilas besi, pedang, serta botol miras.

”Pelaku masih anak di bawah umur dan terus diperiksa petugas. Pelaku diamankan di pos retribusi dan saat ini orangtua dan guru akan kita panggil untuk proses selanjutnya,” katanya.

Dua Warga Bantul Jadi Korban Penembakan Misterius

Sementara Kapolsek Saptosari, AKP Waluyo, menambahkan, pihaknya sampai saat ini masih memeriksa pelaku dan belum diketahui identitasnya. "Saat ini masih diperiksa  petugas," katanya.

Ilustrasi geng motor

Beredar Instruksi Pangdam 'Habisi dan Culik Geng Motor'

Kodam Siliwangi tak sepenuhnya membantah isi pesan berantai tersebut

img_title
VIVA.co.id
14 Juni 2016