Tewasnya Santoso Kemenangan Cepat Tito Karnavian

Ilustrasi/Kelompok Santoso di hutan persembunyian.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Abdullah Hamann

VIVA.co.id – Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Hanafi Rais mengatakan, tewasnya gembong kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Santoso alias Abu Wardah dengan cara ditembak di Poso, Sulawesi Tengah, adalah prestasi yang dicapai secara cepat oleh Kepala Kepolisian RI, Jenderal Polisi Tito Karnavian.

TNI: Pengikut Santoso Tinggal Tujuh Orang dengan Dua Senjata

Namun, perlu dipastikan dua teroris kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang berhasil dilumpuhkan polisi dalam 'Operasi Tinombala' tadi sore adalah Santoso yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak tahun 2011.

"Jika memang benar itu Santoso, maka itu jadi bagian quick win (kemenangan cepat) Pak Kapolri yang baru," ujar Hanafi melalui pesan singkat, Senin, 18 Juli 2016.

Ikut Santoso, Anggota Teroris Menderita Keletihan

Hanafi mengatakan, Komisi I yang membawahi bidang pertahanan, intelijen, luar negeri, komunikasi, dan pertahanan, selalu yakin aparat kepolisian dapat berhasil dalam perburuannya. Asal, ada kemauan politik yang kuat dari Kapolri.

Komisi I memuji Tito jika Santoso menjadi salah satu dari dua teroris yang berhasil dilumpuhkan polisi.
"Ketegasan Kapolri baru perlu kita apresiasi," ujar Hanafi.

Umi Delima, Istri Santoso Ditahan di Polda Sulteng

Seperti diberitakan sebelumnya, Santoso dan seorang pengikutnya tewas dalam baku tembak dengan personel TNI dan Polri gabungan dalam Operasi Tinombala di Tambara, Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Operasi Tinombala Diperpanjang Lagi, Buru Sisa MIT

Setelah Santoso tewas kelompok teroris ini dipimpin Ali Kalora.

img_title
VIVA.co.id
4 Januari 2017