Mahasiswa Papua di Yogya Rawan Dimanfaatkan Separatis

Unjuk rasa massa pro Papua Merdeka dan pro NKRI di Yogyakarta.
Sumber :
  • Daru Waskita/ VIVA.co.id

"Harusnya wakil rakyat datang ketika para mahasiswa ini dikepung, tidak bisa makan, dan terancam keselamatannya," ujar Roy.

img_title Bertambah, 3 Prajurit TNI Gugur dalam Baku Tembak dengan KSB di Papua

Permasalahan mahasiswa Papua di Yogyakarta bukan hanya saat peristiwa itu, namun sudah lama. Bahkan, ada mahasiswa yang meninggal akibat miras oplosan sebanyak sembilan orang, banyak mahasiswa yang diintimidasi, dianiaya, dan diperlakukan rasialis. Namun tim yang dijanjikan untuk memfasilitasi kesulitan mahasiswa Papua di Yogyakarta tidak kunjung terwujud.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sebagai wakil rakyat, Anda tidak memperjuangkan rakyat Papua. Mana janji yang diberikan," Roy mempertanyakan.

img_title Prajurit TNI Korban Serangan KST di Maybrat Dimakamkan di Kampungnya

Tanpa dukungan pemerintah daerah, kata Roy, mahasiswa Papua di Yogyakarta tetap akan berjuang agar Papua bebas dari militer serta PT Freeport hengkang.

"Tindakan aparat Kepolisian dan ormas belum apa-apanya dibandingkan dengan tindakan militer di Papua, yang jelas-jelas melakukan pemberangusan hak dan aspirasi rakyat Papua," katanya. (ase)

img_title Pangdam usai Serangan di Maybrat: Selangkah Pun Kami Tak Akan Mundur
VIVA Militer: Prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat

Kisah Intel Kopassus Menyamar Jadi Pedagang Durian Sampai Ditembaki TNI

Perjalanan Sersan Badri menyamar, membocorkan info, hingga membantu penyergapan petinggi GAM sebelum perjanjian damai Helsinki 2005.

img_title
VIVA.co.id
17 Februari 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut