Mahasiswa Papua di Yogya Rawan Dimanfaatkan Separatis
- Daru Waskita/ VIVA.co.id
"Harusnya wakil rakyat datang ketika para mahasiswa ini dikepung, tidak bisa makan, dan terancam keselamatannya," ujar Roy.
Permasalahan mahasiswa Papua di Yogyakarta bukan hanya saat peristiwa itu, namun sudah lama. Bahkan, ada mahasiswa yang meninggal akibat miras oplosan sebanyak sembilan orang, banyak mahasiswa yang diintimidasi, dianiaya, dan diperlakukan rasialis. Namun tim yang dijanjikan untuk memfasilitasi kesulitan mahasiswa Papua di Yogyakarta tidak kunjung terwujud.
"Sebagai wakil rakyat, Anda tidak memperjuangkan rakyat Papua. Mana janji yang diberikan," Roy mempertanyakan.
Tanpa dukungan pemerintah daerah, kata Roy, mahasiswa Papua di Yogyakarta tetap akan berjuang agar Papua bebas dari militer serta PT Freeport hengkang.
"Tindakan aparat Kepolisian dan ormas belum apa-apanya dibandingkan dengan tindakan militer di Papua, yang jelas-jelas melakukan pemberangusan hak dan aspirasi rakyat Papua," katanya. (ase)