Sempat Heboh Kafe Jamban, Pemilik Adakan Promosi Baru

Kafe Jamban milik Budi Laksono.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Dwi Royanto.

VIVA.co.id – Sukses menyita perhatian dengan ide Kafe Jamban beberapa waktu lalu, Budi Laksono, seorang dokter di Semarang, kini akan kembali membuat gerakan kampanye sanitasi dengan model baru. Gerakan tersebut berupa aksi jalan kaki kampanye WC dari Semarang menuju Jakarta.

Pemilik Kafe Jamban Usul Fatwa Haram Buang Air Sembarangan

Aksi simpatik itu bernama Walk For Toilet dengan misi mengampanyekan WC bagi semua keluarga Indonesia (WC4ALLFAMILY). Kegiatan ini akan mengambil start di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Senin, 1 Agustus 2016 dan finish di Istana Merdeka, Jakarta pada 16 Agustus 2016.

Budi Laksono selaku koordinator aksi menyatakan membuka seluas-luasnya bagi warga untuk ikut dalam aksi kampanye WC yang digagasnya. Menurutnya aksi ini sebagai upaya menyadarkan masyarakat tentang pentingnya WC sehat yang telah ia perjuangkan selama 15 tahun terakhir.

Awal Mula Muncul Kafe Jamban di Semarang

"Jadi ini salah satu upaya memerdekakan sebanyak 94,5 juta orang atau sekitar 23 juta keluarga Indonesia yang kini masih buang air sembarangan karena belum adanya WC sehat, " kata Budi kepada VIVA co.id di Semarang, Jawa Tengah, Jumat 22 Juli 2016.

Lebih jauh, aksi kampanye WC dari Semarang menuju Jakarta ini nantinya akan mengambil sejumlah titik pemberhentian di sejumlah kota. Di kota-kota itu pihaknya akan menggelar seminar jalanan terkait materi sanitasi sehat bagi peserta aksi dan warga sekitar.

Cerita di Balik Heboh Kafe Jamban Semarang

"Warga juga kami perbolehkan bergabung mulai dari rute kota yang kami lewati. Intinya ini untuk perjuangan rakyat sehat, " kata pria yang juga dosen perguruan tinggi negeri di Semarang dan Australia itu.

Terkait aksi ini, Budi mengaku telah banyak mengundang warga dan aktivis lingkungan untuk berpartisipasi baik secara lisan maunpun media sosial. Ia juga menekankan bahwa aksi ini bukan dilakukan untuk kepentingan politik maupun agama.  

"Namun peserta juga kami perbolehkan bawa atribut institusi atau grup masing-masing. Asalkan tidak ada muatan lain kecuali kampanye  WC bagi semua warga, " jelasnya.

Disorot Media Luar

Sebelum menggagas aksi ini, nama Budi memang telah dikenal publik setelah membuat sebuah kafe yang cukup fenomenal dan sarat kontroversi yakni Kafe Jamban di Jalan Untung Suropati Nomor 445, Kecamatan Ngaliyan, Semarang.

Belakangan Kafe Jamban miliknya bahkan mampu menyita perhatian termasuk dunia karena sempat dibahas dalam kanal foto Gulf News, sebuah portal berita yang bermarkas di Dubai.

Meski mendapat komentar miring warga, khususnya di media sosial, ternyata Budi semakin getol mengampanyekan pentingnya jamban bagi seluruh keluarga Indonesia melalui sejumlah gerakan.

Selama menggeluti aktivis jamban sejak tahun 2005 lalu, Budi bahkan telah membangun lebih dari 173.000 jamban di berbagai pelosok daerah Indonesia. Hebatnya hal itu banyak dilakukan dengan biaya pribadi.

Perhatian khusus Budi di bidang sanitasi dimulai saat ia kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang. Rupanya semangat itu berlanjut ketika ia menjalani Program Magister di Queensland University of Technology, Australia. Di sana ia juga menggarap tesis dengan tema sanitasi.

Awal mula gerakan membangun jamban ini dilakukan di 13 desa di Semarang pada 2005. Lalu tahun 2008 sampai 2011, gerakan 1.000 jamban jerih payahnya bahkan mampu menyabet penghargaan Museum Rekor Indonesia (Muri). Dia karena itu memecahkan rekor Muri dengan 1.500 jamban di Semarang pada 2015. Rekor itu bahkan mengalahkan rekor 1.400 membangun jamban terbanyak di Pontianak sebelumnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya