Ibu Mendiang Bali Nine: Pak Jokowi, Anda Begitu Kejam
Rabu, 27 Juli 2016 - 12:30 WIB
Sumber :
- REUTERS/Murdani Usman/Files
Â
Ketika saya mendengar pemerintah Bapak sedang membicarakan mengenai eksekusi tahun lalu saya tidak pernah mengira bahwa hal itu akan dilaksanakan. Bahkan setelah anak saya diberi waktu tiga hari untuk hidup, saya masih tidak mengira bahwa Bapak bisa begitu kejam dan membiarkan mereka melaksanakan eksekusi. Anak saya adalah anak yang baik dan dia hanya terjebak dalam kelompok orang yang tidak baik ketika ia masih muda. Saya rasa hal ini bisa terjadi pada anak atau cucu siapa pun. Sebagai orang tua kami ingin berada di sana untuk anak-anak kami, kami ingin tahu teman-teman mereka dan bagaimana mereka menghabiskan waktu mereka di sana. Kadang-kadang kita gagalkan mereka juga.Â
Â
Saya telah membaca jurnal anak saya yang telah disimpan selama sepuluh tahun terakhir ia di penjara. Myu sangat sedih, ia sangat menyesal dan ingin melakukan yang lebih baik dan menebus semua kesalahannya. Itulah yang membuat saya sangat sedih mengapa ia tidak diberi kesempatan. Ia mengucapkan terima kasih atas sistem penjara pemerintah Bapak yang memungkinkan ia untuk melakukan begitu banyak hal positif selama di dalam penjara agar dirinya menjadi lebih baik dan demikian halnya dengan banyak orang Indonesia.Â
Â
Saya tahu banyak orang yang juga sangat bersedih karena dia tidak lagi ada di sana untuk membantu. Banyak tahanan tampak kepadanya untuk dukungan. Ia sudah menjalani hukuman selama sepuluh tahun di penjara dan ia akan dengan senang hati memberikan sisa hidupnya dengan membantu lebih banyak orang. Myu sangat ingin hidup dan dia tidak pantas untuk mati.Â
Â
Saya ingin membicarakan tentang banyak hal dengannya setiap hari tetapi saya tidak bisa. Saya ingin bertanya tentang banyak hal tetapi saya tidak bisa. Pada hari terakhir, ia sangat ingin agar kami kuat dan kami harus menunjukkan kepadanya bahwa kami kuat. Ia berpegangan tangan dengan adik-adiknya selama kami berada di sana. Kami semua sangat takut dan sedih, kami tidak pernah bisa mengatakan sesuatu yang kami ingin katakan.
Halaman Selanjutnya
Â