Ayo Dukung Ibu Menyusui!

Ayo Dukung Ibu Menyusui!
Sumber :

Sementara itu, keuntungan menyusui bagi ibu, yakni mengurangi pendarahan pasca-melahirkan, mengurangi kekurangan darah karena kurang kadar zat besi, mengurangi risiko kanker payudara dan kanker indung telur, mengurangi pengeroposan tulang dan diabetes, memberikan KB alami. Pemberian ASI akan membantu ibu mengembalikan berat badan setelah melahirkan.

img_title WNI dari Wuhan di Natuna DIberi Trauma dan Political Healing

Pemberian ASI juga bisa ramah dompet. Para orangtua tidak perlu merogoh kantong dalam-dalam untuk membeli susu formula, dan tidak perlu repot karena pemberian ASI bersifat 'portable'. Sehingga manfaat ASI sangat ekonomis dan menghemat waktu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melihat pentingnya ASI bagi anak dan ibu, maka bagaimana caranya agar ibu bisa memberikan ASI secara maksimal? Apalagi biasanya orangtua mengkhawatirkan suplai ASI yang sedikit bisa membahayakan bayi.

img_title Cegah Virus Corona ke RI, Kemenkes Pasang Thermo Scanner di 135 Titik

Pada prinsipnya ASI akan menyesuaikan dengan pertumbuhan anak. Pada saat berusia 1 hingga 6 hari, lambung bayi masih setara dengan ukuran biji kelereng hingga bola pingpong. Para ibu tidak perlu khawatir kalau bayi akan kekurangan minuman. Sebab pada bayi normal, Tuhan sudah melengkapi bayi dengan jaringan lemak coklat (brown adipose tissue). Sehingga meski pada awal proses menyusui hanya setetes dua tetes, namun sudah cukup bagi bayi. Ketika produksi ASI dirasa sedikit, itu pun bisa diatasi.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan dr. Anung Sugihantono, M.Kes menjelaskan, penyebabnya sedikitnya produksi ASI ada banyak hal. "Tetapi diingat, ASI memang keluarnya secara bertahap," ujarnya.  

img_title Menkes Terawan Tegaskan Sampai Detik Ini Tak Ada WNI Positif Corona

Dr Anung mengatakan, seacara umum penyebab sedikitnya ASI yang keluar itu terjadi karena dua faktor. Pertama faktor psikologis, di mana kondisi ibu stres. Kedua, faktor penyakit yang berkaitan dengan gangguan hormon.  Untuk itu keberhasilan ibu dalam menyusui butuh dukungan dari orang sekelilingnya, terutama ayah, keluarga, maupun teman hingga baby sitter maupun asisten rumah tangga (ART).  

Disarankan ibu mempelajari manajemen laktasi sebelum kehamilan, sehingga baik ibu maupun ayah bisa saling support dan mempersiapkan pemberian ASI selama 6 bulan penuh (ASI eksklusif). Selain itu juga, bagi ibu pekerja juga membutuhkan dukungan dari lingkungan kantor, baik atasan maupun rekan kerjanya, ketika masa cuti melahirkan telah usai. Dukungan ayah untuk menjemput ASI juga sangat berarti.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut