Menteri Yasonna: Berapa Lama Ada KPK? Ada Perbaikan?

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Hamonangan Laoly.
Sumber :
  • http://www.kemenkumham.go.id

VIVA.co.id - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Hamonangan Laoly, kukuh dengan kebijakannya menghapus pengetatan remisi bagi narapidana kasus korupsi, teroris dan narkotik. Dia menilai kebijakan itu sudah tepat dan adil.

img_title Menteri Imipas Pastikan Pembebasan Bersyarat Indra Kenz Dicabut, Alasannya karena Proses Remisi Tak Benar

"Kami itu membina, bukan membinasakan orang. Harus junjung tinggi keadilan," kata Yasonna saat ditanyai wartawan di kantornya, Jakarta, pada Rabu, 17 Agustus 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri menilai kebijakan pengetatan remisi terhadap narapidana tiga kasus itu sangatlah diskriminatif. Karena itu, dia sangat mempertanyakan keberatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

img_title Remisi Sakit Berkepanjangan Indra Kenz Dievaluasi, Bebas Bersyaratnya Bakal Batal?

Dia mengingatkan bahwa sudah sekian lama KPK bekerja, banyak koruptor dihukum, dan tak sedikit pula koruptor yang ditangkap. Namun korupsi masih marak dan tidak ada perbaikan sistem. "Sudah berapa lama dibuat KPK, sudah dihukum dan banyak OTT (operasi tangkap tangan), tetap saja. Apa ada perbaikan? Enggak.”

Solusinya, kata Menteri, tentu bukan menghukum orang melainkan membuat orang itu bertobat sehingga dapat kembali menjadi anggota masyarakat. “Sistem memasyarakatkan, moralnya, pendidikan, kehidupan keberagamaan dia. Itu penting. Bukan cuma menghukum orang," ujarnya.

img_title Sebanyak 20.500 Narapidana Se-Jabar dapat Remisi HUT Kemerdekaan RI, 346 Orang Langsung Bebas

Yasonna menegaskan, wewenang remisi ini adalah ranah kementerian yang dipimpinnya. Lagi pula, setiap pemberian remisi sudah melalui proses pengkajian. Ada kriterianya, tidak serta-merta si narapidana dapat begitu saja.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Misalnya, narapidana terorisme dapat, itu karena dikaji dulu oleh Densus. Begitu juga dua kasus extra ordinary (kejahatan luar biasa) lainnya, ada kajiannya juga terlebih dulu," ujarnya.

Laporan Edwien Firdaus

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto

Sejumlah Pegawai Imipas Disanksi Buntut Dugaan Jual Beli Remisi Napi

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menjatuhkan sanksi ke sejumlah pegawai yang diduga terlibat praktik jual beli pemberian remisi ke narapidana.

img_title
VIVA.co.id
16 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut