- VIVA.co.id/Zulkarnaini Muchtar
Pada 2003, Hotel Sofyan Betawi berhasil mengantongi sertifikasi dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Sertifikasi ini semakin mengokohkan citra Hotel Sofyan Betawi sebagai hotel syariat di Indonesia.
Jadi program pemerintah
Kehadiran hotel syariat di Indonesia, seperti Hotel Sofyan memang sudah berumur lebih dari satu dekade. Namun, keseriusan pemerintah mengembangkan hotel syariat di Tanah Air baru dimulai beberapa tahun terakhir.
Melirik potensi pasar Muslim yang begitu besar, pemerintah akhirnya tak hanya sekadar mengembangkan hotel syariat saja. Tercetuslah sebuah konsep halal tourism atau pariwisata halal, yang juga mencakup restoran dan industri pariwisata lainnya. Dinamakan pariwisata halal, agar lebih mudah diterima masyarakat Muslim dan non-Muslim.
“Secara prinsip pariwisata halal itu bagaimana para wisatawan datang ke suatu wilayah, dia mendapatkan kriteria baik itu di aksesnya, dari segi amenitasnya dan di atraksinya memenuhi kriteria sesuai dengan syarat wisatawan Muslim,” ujar Asisten Deputi Pembangunan Destinasi Wisata Budaya Kementerian Pariwisata, Lokot Ahmad Enda.
Lokot menjelaskan, istilah yang digunakan untuk menggambarkan pariwisata halal berbeda-beda di setiap negara. Thailand misalnya, ia memilih istilah Muslim Friendly. Sementara Turki dan Malaysia menggunakan istilah Muslim Tourism.
Diakui Lokot, Indonesia memang baru melirik potensi pariwisata halal pada 2012. Ketika itu, pemerintah memandang bahwa pangsa pasar pariwisata halal sangat besar. Namun, jumlah wisatawan Muslim yang berkunjung ke Indonesia masih jauh di bawah Malaysia dan Thailand. Pada tahun lalu saja, jumlah kunjungan wisatawan muslim di Malaysia sudah mencapai enam juta, sementara Indonesia baru dua juta.
“Pangsa pasarnya cukup besar. Kalau di Asia, ada Malaysia, Brunei Darussalam. Yang paling banyak datang itu dari negara Arab, seperti Qatar, Turki, Uni Emirat Arab, Yaman, Iran, dan Irak,” ucapnya.
Guna mengejar ketertinggalan, Kementerian Pariwisata membentuk Tim Percepatan Halal Tourism yang diketuai Riyanto Sofyan. Tim bertugas menyusun rencana strategis pengembangan pariwisata halal. Hajatan besar pun digelar guna mendukung rencana ini, seperti Kompetisi Anugerah Pariwisata Halal Terbaik. Di tahun keduanya, Kompetisi Anugerah Pariwisata Halal Terbaik memasukkan 15 kategori.