Panja KUHP Sepakat Kegiatan Santet Bisa Dipenjarakan

Ilustrasi bersumpah.
Ilustrasi bersumpah.
Sumber :
  • Antara/ Musyawir

VIVA.co.id – Ketua Panitia Kerja KUHP, Benny K Harman mengatakan pasal mengenai santet, sepakat dimasukkan ke dalam RUU tersebut. Sebab dinilai kegiatan itu mengandung unsur pidana. 

"Pasal santet mengatur bahwa orang yang menyatakan memiliki kekuatan untuk membuat orang mati, bisa dikenakan pidana," kata Benny di gedung DPR, Jakarta, Kamis 17 November 2016.

Ia menjelaskan, kegiatan santet bisa dipidanakan hanya dengan pernyataan saja. Sehingga ketika ada orang yang mengakui memiliki kekuatan gaib, dan digunakan untuk melakukan hal negatif sehingga mencelakakan seseorang, maka bisa terkena pidana.

"Apalagi melakukannya," kata Benny.

Berdasarkan pantauan VIVA.co.id, pembahasan mengenai pasal santet ini memang penuh dengan perdebatan. Sebab, tak hanya dalam revisi KUHP kali ini saja pasal santet diwacanakan untuk masuk dalam pemidanaan, tapi sudah sejak lama.

Sejumlah anggota DPR keberatan dengan keberadaan pasal santet ini. Salah satu yang paling menentang, Anggota Komisi III DPR periode 2009-2014 Fraksi PDIP Eva Sundari.

Dia menilai hukum akan sulit membuktikan seseorang memiliki kekuatan santet sehingga pasal ini rawan kriminalisasi.