Terduga Teroris Banten Berprofesi Tukang Service Handphone

Rilis pelaku dan barang bukti kasus penangkapan terduga teroris Majalengka
Sumber :
  • VIVA/Syaefullah

VIVA.co.id – Terduga teroris dari Majalengka, ESB alias AS, ditangkap Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror bersama kepolisian Polda Banten, di kediamannya di Jalan Raya Serang, Kelapa Dua, Sukamanah, Baros.

img_title Viral! Petugas Puskesmas di Serang Malah Senam Saat Pasien Antre Berobat

Berdasarkan pemeriksaan sementara, pria yang diduga memiliki kaitan dengan perakitan bom ini, sehari-harinya bekerja sebagai tukang service handphone di rumahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sehari-hari dikenal sebagai tukang service handphone yah, yang bersangkutan memahami elektronik," kata Kapolda Banten Brigjen Polisi Listyo Sigit Prabowo, Minggu, 27 November 2016.

img_title 4 Pendukung ISIS Ditangkap di Sumatera, Perannya Bikin Tercengang

Berdasarkan profesi itu, kepolisian menduga ESB mampu merakit bom berdaya ledak besar atau high eksplosive. 

Untuk mendalami masalah ini, para keluarga dan tetangga yang dianggap mengetahui gerak-gerik ESB selama ini, juga akan dimintai keterangan oleh Polisi.

img_title Aktif Sebarkan Propaganda Ekstremis, Remaja 18 Tahun Ditangkap Densus 88 Terkait Kelompok Teroris ISIS

"Yang jelas nanti keluarganya, tetangganya yang mengetahui aktivitas tersangka sebagai apa, akan dimintai keterangannya. Akan kita periksa selama tujuh hari," tegas mantan ajudan Presiden Joko Widodo ini.

ESB, menurut kepolisian, masih satu jaringan dengan Rio Priatna Prabowo, tersangka teroris asal Majalengka, yang ditangkap di lokasi yang sama. Keduanya merupakan sel dari jaringan Jamaah Anshori Tauhid yang telah membaiat ke ISIS.

Konpers soal terorisme

Heboh! Densus 88 Bongkar Jaringan Teroris yang Rekrut 110 Anak Usia 10-18 Tahun

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri berhasil mengungkap jaringan teroris yang menyasar anak-anak dengan menyebarkan paham radikalisme. Ada 5 orang jadi tersangka

img_title
VIVA.co.id
18 November 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut