Jokowi Bicara soal Pekik Takbir

Presiden Joko Widodo tutup Tanwir I Pemuda Muhammadiyah tahun 2016
Sumber :
  • VIVA.co.id/Agus Rahmat

VIVA.co.id – Dalam setiap kunjungannya ke daerah, Presiden Joko Widodo mengakui selalu menambahkan salam pembuka khas daerah masing-masing. Salam itu diucapkan, setelah salam pembuka resmi dalam sambutan.

img_title Prabowo Sampaikan Ucapan Spesial untuk Ulang Tahun ke-65 Jokowi, Diunggah Langsung Lewat Instagram

Begitu juga saat menghadiri penutupan Tanwir I Pemuda Muhammadiyah tahun 2016, di Hotel Narita, Cipondoh, Tangerang, Banten, Rabu, 30 November 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yang pertama saya ingin menyampaikan hal yang berkaitan dengan keberagaman kita. Tapi sebelumnya saya ingin memberikan salam Pemuda Muhammadiyah dulu," kata Jokowi di awal sambutannya.

img_title Gelar Paskah Nasional, Golkar: Bhinneka Tunggal Ika Cara Hidup Berbangsa dan Bernegara

Lalu, Presiden memekikkan kalimat takbir "Allahuakbar, Allahuakbar, merdeka!" Pekikan takbir itu langsung disambut gempita peserta Tanwir yang sejak sore sudah memenuhi aula tempat acara berlangsung.

Jokowi kemudian menjelaskan, pekikan takbir tak bisa diidentikkan dengan kelompok radikal. Hal ini menanggapi pernyataan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, saat dia memberikan sambutan sebelum Presiden.

img_title Fadli Zon Bongkar Asal-usul Pemilihan 17 Oktober Jadi Hari Kebudayaan Nasional

"Tadi waktu (sambutan) adinda saya, Dahnil Anzar Simanjuntak, benar bukan radikalis, bukan ekstremis, tapi militan," tutur Jokowi.

Dalam pidatonya, Dahnil memang memekikkan takbir, dan bercerita bahwa belakangan masyarakat sering menganggap hal itu sebagai bentuk radikalisme.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pak Presiden, pemuda Islam agak khawatir. Saya anak muda, saya ingin menyampaikan beberapa hal. Ketika teriakan takbir seperti ada sebagian orang menilai kami ekstremis, radikalis. Kami dituduh radikalis, padahal itu yang memerdekakan kita," ujar Dahnil.

Banyak pejuang-pejuang kemerdekaan, dalam melawan penjajah selalu memekikkan takbir. Seperti Bung Tomo di Surabaya. "Itu yang memberikan pemahaman kepada kami untuk merawat kebhinekaan. Kami selalu diajarkan menjaga keberagaman," katanya.

Konpers tiga kasus korupsi yang diusut Polri

Pemuda Muhammadiyah Acungi Jempol Komitmen Prabowo Kawal Pengusutan Dugaan 3 Kasus Korupsi

Pemuda Muhammadiyah menyampaikan apresiasi komitmen Prabowo dalam memastikan proses penegakan hukum dugaan tiga kasus korupsi berjalan terbuka dan bebas intervensi.

img_title
VIVA.co.id
11 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut