Pengacara: Surat Sri Bintang Tak Ada yang Aneh

Razman Arif Nasution
Sumber :
  • VIVA.co.id/Bayu Nugraha

VIVA.co.id – Razman Arif Nasution, kuasa hukum Sri Bintang Pamungkas menyebut tidak ada yang aneh dengan surat permintaan sidang istimewa yang ditunjukan ke Dewan Perwakilan Rakyat  dan Majelis Permusyawaratan Rakyat.

img_title Diperiksa soal Dugaan Makar, Saiful Mujani: Buktinya Ada di Kepala Semua

"Pak Bintang hanya berkirim surat kepada DPR. Suratnya ada. pasal 107 itu adalah pasal tentang makar, menggulingkan pemerintahan, ini apa yang digulingkan di sini. Ini surat dari Sri Bintang, tidak ada yang aneh," kata Razman sambil menunjukan surat tersebut kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu 7 Desember 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia pun menyebut, surat tersebut bukan mengatasnamakan Sri Bintang, namun kelompok yang diberi nama kelompok people power Indonesia. "Ini kan gerakan kelompok people power Indonesia, ini nama, ini hanya nama doang," katanya.

img_title Menteri Pigai: Pernyataan Saiful Mujani soal Ajakan Makar Tidak Dijamin Konstitusi Berpendapat

Mengenai poin-poin surat tersebut, ia pun menyebut tidak ada yang salah. Salah satunya permintaan kembali ke Undang-Undang Dasar 1945 ke yang asli. "Menyatakan berlakunya kembali UUD 1945 asli di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia, sah saja kan," ujarnya.

Mengenai permintaan yang ingin mencabut mandat Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, katanya, itu hanya harapan beliau. Menurutnya, permintaan itu dilandasi dengan latar belakang yang jelas.

img_title Ucapan Saiful Mujani Berujung 2 Laporan Polisi di Polda Metro

"Itu kan harapan beliau dengan situasi yang berkembang saat ini, kan ada backgroundnya. Kecuali dia yang menyatakan langsung, saya yang bertanda tangan di bawah ini Sri Bintang Pamungkas, bla bla ingin mencabut. Kan tidak, ini kan background ini ada latar belakang," katanya.

Mengenai latar belakang permintaan sidang istimewa, ia menuturkan, saat ini sejak Indonesia merdeka tidak ada aksi unjuk rasa hingga melibatkan satu juta hingga lima juta orang.

Ia juga menambahkan, tidak pernah ada tokoh atau pejabat negara serta pemimpin yang menistakan agama dengan terang-terangan. "Ini kan termasuk situasi. Pernah enggak ada penggusuran yang seganas Kalijodo? Saya juga pembelanya di situ. Ganas, ada TNi Polri di dalam," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berikut isi surat Sri Bintang Pamungkas yang meminta Sidang Istimewa ke MPR/ DPR:

Kepada Yth.:
Pimpinan
Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia
d/a Gedung DPR/MPR-RI
Jl. Jenderal Gatot Soebroto
Jakarta Selatan

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut