Citilink Bantah Pilotnya Mabuk

Citilink tambah 112 penerbangan pada arus mudik 2016
Sumber :
  • ANTARA/Zabur Karuru

VIVA.co.id – Vice President Corporate Communication Citilink Indonesia, Benny S Butarbutar membantah bahwa pilot penerbangan QG 800 berinisial T mabuk. Menurutnya, pilot itu hanya terlambat datang sehingga tidak sempat menjalani briefing sebelum terbang, karena bangun kesiangan.

img_title Citilink Pindah ke Terminal 1B Bandara Soetta per 15 Maret 2025

"Jadi ini sebenarnya yang investigasi ada dari tim kita. Memang laporan ke kami (pilot) bangun kesiangan," kata Benny di kantor Citilink, kawasan Slipi, Jakarta Barat, Jumat 30 Desember 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Benny mengatakan, pilot berinisial T ini terlambat sekitar 15 menit sebelum keberangkatan. Sementara sesuai SOP, seharusnya pilot datang minimal 2 jam sebelum penerbangan. Apalagi, sang pilot itu pun datang dalam kondisi tidak fit.

img_title Citilink Tebar Diskon dan Tiket Pesawat Gratis di Hari Pelanggan Nasional

"Kondisi tidak fit kita anggap tidak profesional. Datang terlambat, padahal kita telah minta ke pilot (datang) 2 jam sebelum berangkat," ujarnya menjelaskan.

Benny mengatakan, setelah tiba di kokpit pesawat, co-pilot melaporkan bahwa kondisi pilot tidak fit sehingga tidak layak terbang. Dari laporan ini pun pihak maskapai langsung meresponsnya, dengan mengganti pilot tersebut. "Secara prosedur sudah kita lakukan dan pada akhirnya penerbangan itu aman sampai Jakarta dan pilot pengganti dalam kondisi sehat. Kita tidak bisa bereksperimen dengan nasib orang," kata Benny.

img_title Terpopuler: Baret Merah Hengki Haryadi, Gus Miftah Bagi-bagi Uang, dan Pilot Citilink Selingkuh

"Sebenarnya bukan karena ada penumpang protes, pada saat penumpang protes sudah berjalan. Tiap langkah dilaporkan kokpit kan dilihat juga oleh penumpang.”

Diketahui, Citilink Indonesia secara resmi telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada pilot penerbangan QG 800, yang diduga mabuk dan menyebabkan terlambatnya penerbangan Surabaya Jakarta pada tanggal 28 Desember 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Berdasarkan penelusuran dan juga laporan yang diterima, manajemen Citilink Indonesia sampai pada satu sikap terkait dengan peristiwa tersebut. Citilink mengambil tindakan tegas berupa pemutusan hubungan kerja terhadap pilot yang bersangkutan," kata CEO Citilink Indonesia, Albert Burhan di Jakarta, Jumat 30 Desember 2016.

Pilot diberhentikan karena yang bersangkutan dinilai telah melakukan kesalahan berat dan menunjukkan sikap serta tindak yang tidak profesional dalam menjalankan tugas. Pilot yang bersangkutan juga mengabaikan prosedur keselamatan dan keamanan penerbangan, yang berpotensi membahayakan keamanan dan keselamatan penumpang dan awak lainnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut