DPR Lebih Setuju Dana Haji untuk Sosial dan Agama

Pemberangkataan jamaah haji Indonesia
Sumber :
  • VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi

VIVA.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia tidak setuju jika dana haji yang merupakan abadi umat digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Sebab masih ada yang lebih prioritas dibandingkan pembangunan infrastruktur secara umum.

img_title BPKH Bidik Dana Rp80 Triliun di Bank Syariah, Cicilan Haji Diusulkan Masuk Ekosistem Pengelolaan

Ketua Komisi VIII DPR RI, Ali Taher, menjelaskan, saat ini fakta yang ada di lapangan menunjukkan masih banyak sekolah agama seperti pesantren yang perlu perhatian pemerintah. Selain itu persoalan fakir miskin dan anak yatim menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami di Komisi VIII tidak setuju kalau dana itu dipergunakan untuk umum, dana abadi umat harus dikelola untuk kesejahteraan umat. Boleh saja untuk pembangunan infrastruktur, tapi infrastruktur untuk kegiatan keagamaan, seperti jalan menuju pesantren," ujar Ali Taher saat dihubungi VIVA.co.id, Selasa, 14 Maret 2017.

img_title Dana Haji Rp180 Triliun Siap Lebih Produktif, RUU Baru Buka Peluang Nilai Manfaat untuk Jemaah Makin Besar

Ali menambahkan, pemerintah semestinya fokus terhadap kesejahteraan umat dan persoalan sosial yang ada hari ini. Sebab masyarakat dinilai sangat berharap untuk hal itu.

"Kita lihat di daerah masih banyak keluhan masyarakat, terutama hal yang berkaitan dengan pendidikan. Kesulitan transportasi masih menjadi persoalan kekinian yang harus diselesaikan," ungkapnya.

img_title Jemaah Daftar Tunggu Tak Terima Manfaat Dana Haji, DPR Mau Revisi UU BPKH

Ali membenarkan dana haji yang jumlahnya diperkirakan mencapai Rp90 triliun tersebut pernah terungkap saat rapat bersama Komisi VIII dengan Kementerian Agama pada akhir 2016 lalu. Ali menegaskan, dalam waktu dekat akan digelar rapat dengan Kementerian Agama guna mempertanyakan kejelasan serta penggunaan dana abadi umat itu.

"Kita ingin semuanya jelas, semua harus mengawal ini demi kepentingan umat. Miris kita melihat di lapangan bagaimana masih banyak umat yang menjerit di pelosok-pelosok karena tidak mendapatkan kehidupan dan pendidikan yang layak," katanya.

Ditekankan Ali, pemerintah dan semua komponen bangsa harus hadir untuk memperhatikan persoalan sosial dan keagamaan. Momentum hadirnya Badan Pengelola Keunangan Haji (BPKH) momentum untuk memperhatikan umat lebih serius.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita harus empati kepada masyarakat, semoga saja dengan adanya dana ini bisa memberikan solusi dari persoalan sosial, pendidikan dan keagamaan di Indonesia," ujarnya.

Terkait pengelolaan dana haji ini, Presiden Joko Widodo meminta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk menginvestasikan dana haji secara profesional, dan bisa menguntungkan. Salah satu sasaran Jokowi untuk berinvestasi dengan menggunakan dana haji ini adalah sektor infrastruktur.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut