Perlawanan Panjang Petani Kendeng
- Foe Peace
"Kita kan selalu mengecek kondisi kesehatan peserta aksi kan, dokter kita juga sebelumnya bilang kondisi kesehatan Bu Patmi baik-baik saja dan memang tidak ada keluhan apa-apa sebelumnya," kata Isnur.
Ia menambahkan, Patmi adalah salah satu peserta aksi pasung kaki yang memang sudah berencana pulang ke kampung halaman. Hal itu disebabkan, pasca pertemuan dengan pihak istana, petani Kendeng menyepakati bahwa yang akan melanjutkan aksi pasung kaki di Jakarta hanya sembilan orang.
"Tapi dengan kejadian ini, kami semua tengah berduka, kami putuskan untuk semuanya pulang ke kampung halaman sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga Bu Patmi di Rembang atas musibah yang dialami. Perjuangan kami belum selesai sampai di sini, kami akan tetap melanjutkan perjuangan Bu Patmi dan petani Kendeng lainnya," katanya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesian Human Right Committe and Sosial Justice (IHCS) Ridwan Darmawan menyatakan, wafatnya Patmi adalah salah satu fakta pilu yang harus dijawab oleh pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.
Menurutnya, Patmi adalah salah satu dari ribuan masyarakat yang tinggal di wilayah pegunungan Kendeng yang sehari-hari mengandalkan hidup dari kondisi lingkungan sekitar pegunungan yang saat ini tengah dieksploitasi oleh PT Semen Indonesia.
Dalam menjalankan aktivitas tambangnya, lanjut Ridwan, Pabrik semen tersebut banyak memberi dampak buruk bagi produktvitas masyarakat tani, seperti ratusan sumber mata air, gua, sungai bawah tanah akan rusak. Belum lagi aktivitas penambangan itu akan menimbulkan polusi debu, dan mengganggu ekosistem alamiah di daerah pegunungan Kendeng.
"Saat ini, warga Kendeng membutuhkan dukungan luas, Presiden Jokowi mesti bersikap. Para pihak yang terlibat konflik ini harus taat pada jalur hukum. Presiden harus memastikan jajarannya seperti Gubernur, Bupati, untuk peduli pada warga, memelihara lingkungan dan taat pada hukum. Ini harus cukup sampai di sini saja, berikan Kendeng untuk masyarakat di sekitar pegunungan," kata Ridwan.