Gula Berbahaya Beredar di Sulsel

Gula rafinasi ilegal bermerek Sari Wangi yang diungkap Tim Satuan Tugas Pangan di sebuah gudang di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Senin, 22 Mei 2017.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Yasir

Dari Brazil dan Thailand 

img_title DPRD Sayangkan Gula Rafinasi di Jawa Timur Dipasok dari Luar Daerah

Menurut Dicky Sondani, gula rafinasi itu awalnya diolah dari gula mentah atau raw sugar yang diduga diperoleh dari Brazil dan Thailand. Di gudang itu, gula mentah dirafinasi agar warna gula tampak lebih putih dengan cara menghilangkan molase dari raw sugar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Setelah mereka lakukan pemurnian itu, mereka mengemas ulang seolah-olah gula itu dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Padahal itu untuk industri dan berbahaya kalau dikonsumsi terlalu banyak," katanya.

img_title 12 Petugas RSUD Cilacap Dipastikan Negatif Varian Corona dari India

Dicky pun mengimbau agar masyarakat lebih teliti ketika hendak membeli gula. Jangan sampai, masyarakat tergiur dengan harga gula yang murah namun berbahaya.

Gula rafinasi bermerek Sari Wangi itu dijual dengan harga murah di sejumlah pasar tradisional, supermarket hingga swalayan yang rata-rata dijual dikisaran Rp11.900 per kilogram. Setiap kemasannya, UD Benteng Baru meraup untung Rp500 setelah mengemas ulang gula rafinasi itu.

img_title Menperin Ungkap 3 Poin Utama Dasari Terbitnya Permenperin 3/2021

Gula rafinasi yang disita sebanyak 107.360 karung, masing-masing beratnya 50 kilogram. Totalnya sekira 5.300 ton, lalu ditambah gula rafinasi yang telah dikemas dan siap edar. (Baca: Polisi Gerebek Gudang Ribuan Ton Gula Berbahaya)

Eks Mendag Tom Lembong dalam sidang pemeriksaan terdakwa

Momen Tom Lembong Cicipi Gula Rafinasi di Sidang Bantah Tuduhan Jaksa

Jaksa pernah menyatakan gula rafinasi, produk perusahaan yang ditunjuk melaksanakan impor gula oleh Tom Lembong, sangat bahaya apabila dikonsumsi oleh masyarakat.

img_title
VIVA.co.id
2 Juli 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut