Gula Berbahaya Beredar di Sulsel
- VIVA.co.id/Yasir
Dari Brazil dan ThailandÂ
Menurut Dicky Sondani, gula rafinasi itu awalnya diolah dari gula mentah atau raw sugar yang diduga diperoleh dari Brazil dan Thailand. Di gudang itu, gula mentah dirafinasi agar warna gula tampak lebih putih dengan cara menghilangkan molase dari raw sugar.
"Setelah mereka lakukan pemurnian itu, mereka mengemas ulang seolah-olah gula itu dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Padahal itu untuk industri dan berbahaya kalau dikonsumsi terlalu banyak," katanya.
Dicky pun mengimbau agar masyarakat lebih teliti ketika hendak membeli gula. Jangan sampai, masyarakat tergiur dengan harga gula yang murah namun berbahaya.
Gula rafinasi bermerek Sari Wangi itu dijual dengan harga murah di sejumlah pasar tradisional, supermarket hingga swalayan yang rata-rata dijual dikisaran Rp11.900 per kilogram. Setiap kemasannya, UD Benteng Baru meraup untung Rp500 setelah mengemas ulang gula rafinasi itu.
Gula rafinasi yang disita sebanyak 107.360 karung, masing-masing beratnya 50 kilogram. Totalnya sekira 5.300 ton, lalu ditambah gula rafinasi yang telah dikemas dan siap edar. (Baca: Polisi Gerebek Gudang Ribuan Ton Gula Berbahaya)