Menebar Teror dan Memburu Polisi
- VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
![]()
FOTO: Dampak ledakan bom bunuh diri di Halte Busway Kampung Melayu Jakarta Timur, Rabu malam (24/5/2017)
Lalu apa saja serangan terbuka para pelaku teror ini kepada personel kepolisian? Berikut sejumlah teror yang dialami oleh kepolisian:
1. Bom Panci Polsek Rajapolah
Tahun 2013, tepatnya bulan Juli. Sebuah bom dalam sebuah panci presto berisi paku dan besi dilemparkan di ruang Kapolsek Rajapolah Tasikmalaya Jawa Barat.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun sempat membuat panik seluruh personel polisi yang berada di kantor pada pukul 01.30 WIB. Kejadian ini menjadi teror kedua untuk polisi di Tasikmalaya, pertama terjadi di Pos Polisi di Jalan Mitra Batik pada 13 Mei 2013.
2. Polda Metro Diancam Bom
Akhir November 2015, sebuah video berdurasi 9 menit diunggah oleh akun Facebook bernama Muhammad Bahrunnaim Anggih Tamtomo.
Akun ini menampilkan video berjudul Seruan Sang Komandan Abu Wardah Asy Syarqi. Dalam kontennya, selain menampilkan sejumlah foto, juga memunculkan suara yang diduga milik Abu Wardah alias Santoso, pimpinan Mujahidin Indonesia Timur.
Dalam pernyataannya, mereka telah mempersiapkan rencana bom untuk menyerang Polda Metro Jaya dan Istana Merdeka. Video ini diduga merupakan kelanjutan video milik Santoso yang beredar di Youtube dan diunggah pada tahun 2013.
"Antum telah merasakan bagaimana jahatnya Densus 88 kepada umatnya. Antum tahu bagaimana Densus 88 membantai saudara-saudara kita di Sulawesi," ujar suara yang muncul di dalam video tersebut.
3. Pengantin Bom Polisi
Akhir tahun 2015, tepatnya pada 19 Desember, Densus 88 Antiteror menangkap tiga orang diduga teroris di Mojokerto Kawa Timur. Mereka disebut telah menyiapkan bahan peledak dan pengantin bom bunuh diri.
Target serangan adalah Polda Metro Jaya dan Markas TNI di Mojokerto. Ketiga orang yang diamankan yakni Moch Choirul Anam alis Bravo alias Kartolo alias Amin yang tinggal di kawasan Trowulan. Kemudian Teguh alias Basuki warga Desa Mlaten dan Imran warga Empulan Kota Mojokerto.
"Sasarannya Polda Metro Jaya di Jakarta. Markas TNI dan puluhan gereja di daerah," kata Kapolres Mojokerto AKBP Budhi Herdiyanto, Senin, 21 Desember 2015.