Mengapa Orang Indonesia Banyak yang Mau Pindah ke Asgardia

Sebaran warga negara Indonesia yang telah mendaftar sebagai penduduk Negara Asgardia di antariksa, Jumat (28/7/2017)
Sumber :
  • VIVA.co.id/asgardia.space

VIVA.co.id – Siapa angka, lebih dari 5.000 orang Indonesia rupanya sudah merencanakan ingin pindah kewarganegaraan menjadi orang Asgardia.

Ya, Asgardia. Sebuah negara yang berada di luar angkasa yang digagas oleh miliuner Rusia dan ilmuwan pada Oktober tahun 2016.

Melansir dalam laman resmi Asgardia, asgardia.space, hingga 28 Juli 2017, tercatat sudah ada 282.167 orang dari berbagai negara telah mendaftarkan diri untuk bergabung dengan negara Asgardia.

Khusus Indonesia, tercatat telah ada 5.182 orang dari berbagai provinsi yang mendaftarkan dirinya sebagai penduduk Asgardia. Dengan rincian 84 persen laki-laki dan sisanya 16 persen adalah perempuan.

Siapa saja orang Indonesia yang telah mendaftar sebagai penduduk Asgardia, bisa disimak di laporan VIVA.co.id sebelumnya di tautan berikut.

Hingga kini belum diketahui motif warga negara Indonesia yang merencanakan untuk pindah ke Asgardia. Dugaan sementara, keinginan ini tak jauh dari ketertarikan saja.

Warga negara Indonesia di Jakarta yang ingin jadi warga Asgardia di luar angkasa

FOTO: Sebaran warga Jakarta yang ingin menjadi warga negara Asgardia di luar angkasa/asgradia.space

Asgardia merupakan sebuah nama yang diambil dari mitologi Yunani. Konsep negara baru di antariksa ini memperkenankan siapa pun untuk mendaftar sebagai warga. 

Syaratnya cukup berusia di atas 18 tahun, tidak peduli jenis kelamin, kebangsaan, ras, agama dan kekayaan. Bahkan seorang mantan narapidana pun bisa mendaftar asal memiliki catatan data yang jelas.

Dalam rencananya, Asgardia akan meluncurkan satelit pertama yang akan membawa data awal warga Asgardia yang telah mendaftar. Baru kemudian ilmuwan Asgardia akan menciptakan sebuah platform hunian bagi manusia untuk ditempati.

China kirim 2 astronaut ke luar angkasa

FOTO: Ilustrasi/Pengiriman satelit ke luar angkasa

Setidaknya hunian ini akan dibangun di ketinggian 160-320 kilometer di atas Bumi dan dirancang untuk siap dihuni bagi penduduknya selama 8 tahun.

Sementara itu, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, menilai rencana menciptakan negara di luar Bumi itu tergolong masih awal dan perlu pematangan. 

Rusia Luncurkan Satelit Militer Ukuran Mungil, Tugasnya Misterius

Sebabnya, menurut jebolan program doktor Astronomi Kyoto University Jepang ini, dari aspek teknologi untuk mewujudkan atau mengirimkan koloni di antariksa masih butuh waktu dan pengembangan inovasi. 

"Masih jauh untuk mewujudkan koloni di antariksa," kata Thomas. (one)

Lama Menghilang, Asgardia Muncul dan Bikin Aturan Mirip WhatsApp
Peluncuran Roket pada September 2022.

Eropa Mau Ikut-ikutan China

Eropa bertujuan untuk meluncurkan satelit demonstrasi teknologi untuk komunikasi terenkripsi kuantum yang aman pada 2024. China sudah menerbangkan satelit enam tahun lalu

img_title
VIVA.co.id
17 Oktober 2022