KPK Geram Kemenkumham Masih Obral Remisi Napi Koruptor

Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif (kiri) dan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (kanan).
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

VIVA.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi geram dengan pihak Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang masih obral remisi atau pengurangan hukuman terhadap narapidana korupsi. Menurut Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif, regulasi mengenai remisi sudah jelas.

img_title Menteri Imipas Pastikan Pembebasan Bersyarat Indra Kenz Dicabut, Alasannya karena Proses Remisi Tak Benar

"Remisi itu, sudah jelas aturannya. Kalau dia bukan justice collaborator, dia tidak berhak mendapatkan remisi," kata Laode kepada awak media, Jumat 18 Agustus 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Status justice collaborator atau JC, adalah label yang diberikan penegak hukum melalui penetapan majelis hakim di pengadilan kepada pelaku tipikor yang dipandang bekerja sama membongkar perkaranya. Seyogyanya, tersangka tersebut bukanlah pelaku utama.

Laode menyadari remisi merupakan kewenangan Kemenkumham. Namun, ia menyayangkan tindakan tersebut. Sebab penegak hukum menurutnya sudah ekstra mengupayakan efek jera bagi pelaku rasuah.

img_title Remisi Sakit Berkepanjangan Indra Kenz Dievaluasi, Bebas Bersyaratnya Bakal Batal?

Untuk itu, Laode meminta Kemenkumham tak memberikan remisi dengan semaunya untuk para koruptor, narapidana terorisme dan narkotika.

"Kami berharap, kepada Kementerian Hukum dan HAM, remisi itu jangan diobral. Terutama untuk tindak pidana serius. Misalnya yakni tindak pidana terorisme, korupsi, narkoba. Berikan remisi (kepada narapidana kasus) tindak pidana yang tidak serius," la Laode.

img_title Sebanyak 20.500 Narapidana Se-Jabar dapat Remisi HUT Kemerdekaan RI, 346 Orang Langsung Bebas

Pada hari Kemerdekaan ke 72 RI, sedikitnya 17 koruptor mengajukan remisi. Di antaranya adalah Chairun Nisa, Sherry Kojongian, mantan Gubernur Banten Ratu Atut dan adiknya Tubagus Chaeri Wardhana, mantan Politikus Demokrat Angelina Sondakh, Gayus Tambunan, Anggoro Widjojo. Kemudian, ada juga mantan Bendum Partai Demokrat M. Nazarudin, mantan Ketua SKK Migas Rudi Rubiandini, dan mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaq.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selanjutnya, ada mantan Kakorlantas Irjen Pol Djoko Susilo, Ahmad Fathanah, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, mantan Ketua PPP, Suryadharma Ali, mantan Menteri ESDM Jero Wacik, dan mantan Ketua MK Akil Mochtar.

Namun deretan nama-nama di atas, hanya Nazarudin dan Gayus Tambunan yang mendapatkan pengurangan masa hukuman. Gayus dapat remisi enam bulan, adapun Nazar menerima lima bulan pengurangan masa pidana. (ren)
    

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto

Sejumlah Pegawai Imipas Disanksi Buntut Dugaan Jual Beli Remisi Napi

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menjatuhkan sanksi ke sejumlah pegawai yang diduga terlibat praktik jual beli pemberian remisi ke narapidana.

img_title
VIVA.co.id
16 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut