Aksi Koboi Liar, Wisatawan di Bantul Tertembak

Korban penembakan di Bantul, memperlihatkan lukanya.
Sumber :
  • Viva.co.id/Daru Waskita

VIVA.co.id –  Aksi tembak menembak bak film koboi terjadi di obyek wisata Pantai Samas Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Minggu 15 Oktober 2017 sekitar pukul 16.00 WIB. Akibat aksi bak koboi tersebut dua wisatawan mengalami luka di bagian kaki dan pelipis terkena peluru dari senjata gas laras panjang.

Tak hanya obral tembakan, koboi yang diketahui namanya Eko Dwi Prasetyo juga melakukan penganiayaan terhadap seorang wanita yang sedang menggendong balitanya.

Informasi yang diperoleh dari lapangan menyebutkan aksi koboi yang dilakukan oleh warga asli Pantai Samas namun kini tinggal di Galur, Kabupaten Kulonprogo berawal ketika pelaku memacu mobilnya Toyota Avanza warna putih nopol AB 1094 YY bersama dengan seorang teman pria dan wanita ke arah utara keluar dari Pantai Samas.

Dalam waktu yang bersamaan turun rombongan wisatawan dari Temanggung Jawa Tengah dari bus dan ingin menyeberang jalan ke arah timur. Karena mobil berjalan kencang salah satu wisatawan yang bernama Ahmad Fausan menegur agar pelan-pelan karena baru banyak wisatawan.

"Tak terima dengan teguran, pelaku memaki-maki dan marah-marah serta menganiaya korban. Pelaku juga mengambil senjata gas laras panjang di bagasi mobil selanjutnya menembakkan ke arah korban. Korban terkena tembakan dibagian pelipis," kata Dwi salah satu warga Samas, Minggu malam 15 Oktober 2017.

Tak puas dengan menembak korban, pelaku juga memuntahkan peluru kepada kerumunan wisatawan sehingga mengenai kaki kanan Iwan Siswanto yang juga rombongan wisatawan dari Temanggung. "Pelaku juga marah-marah dan menganiaya seorang ibu-ibu rombongan wisatawan dari Temanggung yang sedang menggendong balitanya," ujarnya.

Setelah melakukan aksi koboinya, pelaku yang dikenal oleh warga Samas sebagai seorang biang onar ini memacu mobilnya ke arah utara menuju Pantai Gua Cemara. Di jalan masuk Pantai Gua Cemara yang hanya berjarak satu kilo arah barat Pantai Samas, mobil pelaku bertemu dengan rombongan dari mahasiswa Universitas Pelayaran Yogyakarta.

Salah satu mahasiswa menegur pelaku namun pelalu tak terima pelaku justru memukuli mahasiswa yang menegur tersebut. Tak hanya itu pelaku juga mengancam mahasiswa akan ditembak sembari mengacungkan senjata gas laras panjang.

Isu Nonpribumi Tak Berhak Tanah di Yogya Dianggap Melecehkan

"Pelaku bahkan minta korban untuk menunjukkan KTP. Pelaku kemudian memfoto KTP sembari bilang jika lapor polisi akan diciduk," kata Dwi menirukan korban yang diketahui namanya Uvik Bahtera.

Dwi juga menjelaskan sebelum menganiaya mahasiswa pelaku juga sempat menodongkan senjata gas laras panjang kepada Ratijo petugas keamanan Pantai Gua Cemara. "Ratijo takut karena pelaku membawa senjata dan memilih pergi," katanya.

Nonpribumi Dilarang Punya Tanah di Yogya akan Digugat Lagi

Setelah melakukan aksi koboi dan penganiayaan pelaku bersama dengan dua orang temannya langsung kabur ke arah barat dan petugas gabungan datang namun pelaku sudah hilang.

"Para korban penembakan sudah lapor ke Polsek Srandakan," ujar Eko salah satu ketua RT di Pantai Samas.

Datsun Yakin Cross Bakal Laris Manis di Yogyakarta

Sementara itu Kasat Reskrim AKP Anggaito ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat membenarkan kejadian tersebut dan sedang berkoordinasi dengan Polsek Sanden.

"Iya kejadian ada dan kita sedang koordinasi dengan Polsek Sanden untuk penanganan kasusnya," ucapnya. (ren)

Protokol membawa jenazah COVID-19 (ilustrasi)

Sehari, 8 Warga Isoman di Yogyakarta Meninggal Dunia

Delapan yang meninggal saat isoman adalah tertinggi di Kota Yogyakarta. Sebelum kasus meledak, tak ada meninggal akibat isoman.

img_title
VIVA.co.id
13 Juli 2021