Lepas dari Jerat Narkotika dengan Metode Criminon
- VIVA.co.id/Anwar Sadat
Selain itu, para warga binaan juga diberikan keterampilan khusus. Para warga binaan di Lapas Narkotik Cirebon ini diberi keahlian berupa cara membuat kursi dari anyaman rotan, ukiran kayu dan cara membuat kerajinan tangan lainnya. Hal ini nantinya akan membantu para warga binaan mendapat pekerjaan ketika keluar dari balik jeruji besi.
Ketua Criminon Asia Pasifik, Tuti, mengatakan Indonesia menjadi salah satu negara yang cukup berhasil melakukan rehabilitasi melalui pelatihan criminon. Saat ini indikator keberhasilan criminon dilihat dari banyak atau tidaknya warga binaan yang kembali terlibat Narkotika.
"Yang kambuh lagi kecil sekali, sekitar 0.3 persen Secara internasional yang dikantor pusat mereka katakan indonesia adalah yang terbaik," ujarnya
Perlu Dikembangkan
Sementara itu Tim BPP, yang memiliki tugas pokok memberi masukan Menteri Hukum dan HAM terkait permasalahan Lapas, menganggap pelatihan criminon ini adalah hal yang positif yang perlu dikembangkan.
"Sistem ini salah satu cara kami untuk turut melakukan pemberantasan Narkoba. Jadi tidak benar jika ada Instansi di luar sana yang bilang Lapas jadi sarang Narkoba atau banyak beredar narkoba. Ini wujud perhatian kami untuk turut memberantas narkotika," kata Ketua Tim BPP Hasanuddin Massaile
Saat ini, Program Pelatihan Criminon ini masih terus disempurnakan. Tim BPP akan memberikan usulan kepada Menkumham agar dalat memberika insentif bagi para siswa yang secara aktif dan bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan criminon.
"Hasil dari kunjungan kita ke sini, nanti akan kita bawa ke rapat. Itu (insentif) akan menjadi salah satu yang akan dibahas. Mereka (siswa Criminon) layak dapatkan insentif yang lain karena emosi mereka cenderung lebih stabil," ujarnya. (ren)