Nyatakan Cinta Pakai Speaker, Mahasiswa Ini Malah Dibully

Arif ketika menyatakan cinta pakai toa.
Sumber :
  • Repro Facebook BEM FIB UHO

VIVA – Seorang mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, membuat geger kampusnya dengan aksi nekat menyatakan cinta dengan menggunakan pengeras suara.

img_title Hasto Ajak Mahasiswa UBK Miliki Cara Pandang Geopolitik: Bela Kepentingan Nasional di Dunia

Mahasiswa bernama Arif itu, menyatakan cintanya pada mahasiswi bernama Dian di tengah sebuah lapangan kampus. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik ini melakukan aksi nekat itu di hadapan ratusan mahasiswa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tanpa malu, Arif menyatakan perasaan hatinya pada Dian dengan menggunakan megaphone alias toa yang biasa dipakai mahasiswa untuk berorasi dalam sebuah demonstrasi.

img_title Soal Deklarasi Sumpah Pemuda, Polda Metro Jaya Sampaikan Permohonan Maaf

Banyak mahasiswa yang mengabadikan aksi Arif itu dengan rekaman video dan menyebarkannya di media sosial. Sayangnya, apa yang dilakukan Arif ini justru memicu gelombang bully dari pengguna media sosial.

Bahkan, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya UHO, melalui akun Facebooknya, mengecam aksi Arif itu, karena bagi mahasiswa megaphone merupakan simbol perjuangan mahasiswa untuk melawan ketidakadilan. 

img_title Jakarta Diguncang 61 Titik Demo Hari Ini, di DPR hingga Mahasiswa Trisakti Turun Aksi

BEM UHO menyatakan, jika memang benar-benar jantan, seharusnya Arif datang ke orangtua Dian dan langsung menyatakan keinginannya untuk menjalin hubungan asmara dengan Dian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berikut pernyataan BEM FIB UHO dikutip dari akun resmi Facebook:

Kami mengerti bahwa cinta itu fitrah
Memiliki kecenderungan rasa itu anugrah
Kami paham bahwa jiwa kita haruslah terisi
Melengkapi ketidaksempurnaan manusia
Kami paham bahwa semua hal perilaku kita adalah hak setiap diri kita
Semua terserah kita
Tapi jangan begitu caramu bung!
Melukai MEGAPHONE yang selama ini menjadi simbol perjuangan mahasiswa melawan ketidakadilan!
Tapi jangan norak bung!
Mencederai almamater yang isi otaknya punya konsep untuk masa depan negeri ini
Tapi jangan jadi korban sinetron bung!
Merusak tataran dunia kampus
Dunia yang seharusnya menjadi hunian para akademisi
Dunia yang sepantasnya menjadi tempat para generasi kritis dan solutif
Dunia yang menjadi tempat lahir para pemimpin-pemimpin bangsa!
GENTLE itu datangi orangtuanya!
BERANI itu tinggikan maharnya!
LELAKI itu junjung tinggi kehormatannya!
MAHASISWA itu BAPER ketika lihat generasi hancur!
Mohon maaf atas perbedaan pandangan ini!
Salam Budaya!

 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto (kanan)

Polda Metro Pastikan Bukan EO Acara Sumpah Pemuda yang Tuai Polemik, Usut Adanya 'Mahasiswa Bayaran'

Polda Metro menjelaskan, peringatan Hari Sumpah Pemuda sejatinya melibatkan berbagai elemen pemuda dari berbagai latar belakang, bukan terbatas pada mahasiswa saja.

img_title
VIVA.co.id
4 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut