Fadli Zon: Pembebasan Ba'asyir Blunder

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra (kanan) mengunjungi narapidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir (tengah) di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Jumat, 18 Januari 2019.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

VIVA - Wakil Ketua DPR, Fadli Zon menilai, wacana pembebasan terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Ba'asyir merupakan cara petahana meraup dukungan umat Islam dalam Pilpres 2019. Ia mengkritik di antara pemerintah sendiri saat ini malah muncul ketidakjelasan soal pembebasan tersebut.

img_title Abu Bakar Baasyir Nasihati Jokowi Agar Jadi Pembela Islam: Beliau Ini Orang Kuat

"Kan mereka mencari cara-cara seperti kasus Pak Abu Bakar Ba'asyir mungkin mau mencari jalan untuk mendapatkan dukungan umat Islam, tapi menurut saya malah blunder. Sekarang antara mereka sendiri itu pernyataan-pernyataannya berbeda pro dan kontra," kata Fadli di Gedung DPR, Jakarta, Selasa, 22 Januari 2019.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, pernyataan di internal pemerintah soal ini menunjukkan inkonsistensi. Presiden Jokowi sudah bicara, lalu Menkopolhukam Wiranto malah mengoreksi.

img_title Abu Bakar Ba'asyir Absen Hadiri Upacara HUT RI di Ponpes Ngruki, Ada Apa?

"Gimana ceritanya gitu? Ucapan presiden itu harusnya sabdo pandito ratu, masa ada Menkopolhukam mengoreksi ucapan presiden, misalkan itu benar ya beritanya. Jadi menurut saya mana yang benar sekarang presiden atau menterinya atau juru bicara dari tim kampanye nasionalnya (TKN) Yusril Ihza Mahendra. Mana yang benar?" kata Fadli.

Ia menuding hal ini malah dijadikan mainan politik. Sebab petahana membuatnya bukan sebagai kasus hukum, misalnya diberikan bebas bersyarat.

img_title PBNU Buka Suara soal Seruan Gus Ipul Jangan Pilih Capres Didukung Abu Bakar Ba'asyir

"Jadi ini kan dijadikan satu objek politik untuk mainan politik, karena itu yang jadi masalah," kata Fadli.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga meminta kalaupun dibebaskan maka jangan ada klaim sebagai upaya dari TKN. Ia yakin jika mendapatkan dukungan tujuannya maka akan gagal. Sebab, publik sudah tahu ini hanya mainan politik.

"Dan menjadikan hukum mainan politik atau manuver politik padahal coba lihat kasus-kasus yang lain terhadap habib Rizieq dan beberapa tokoh ulama masyarakat yang kritis tetap saja ada kriminalisasi, tetap saja ada diskriminasi hukum." (mus)

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco terima kunjungan Abu Bakar Ba'asyir

Dasco Bahas Isu Kebangsaan saat Terima Kunjungan Abu Bakar Ba'asyir

Dasco menyampaikan bahwa isu kebangsaan yang dibahas mulai dari soal kemaslahatan umat hingga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut