Saran Gerindra ke Jokowi soal Perppu KPK

Anggota DPR Fraksi Gerindra, Supratman Andi Atgas.
Sumber :
  • VIVAnews/Bayu Nugraha

VIVA – Anggota DPR Fraksi Gerindra, Supratman Andi Atgas menyarankan agar Presiden Joko Widodo mendiskusikan kembali UU KPK dengan pihak DPR RI. Menurutnya, antara pemerintah dan DPR harus mempunyai relasi yang sejalan agar tak terjadi ketegangan nantinya membuat jadi masalah.

img_title Suket Ijazah SMA Gibran Dinyatakan Tak Sah, Partai Politik di DPR Mulai Bereaksi

"Bukan soal pemakzulan. Kalau pemakzulan itu terlalu jauh menurut saya. Tapi dalam beberapa hal pemerintah itu juga berkeinginan untuk membuat undang-undang merupakan usul pemerintah," kata Supratman di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 5 Oktober 2019.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia pun mencontohkan soal wacana pemindahan ibu kota yang saat ini tengah dibahas. Jika gara-gara UU KPK terjadi ketegangan antara pemerintah dan DPR, maka akan menghambat agenda pembangunan dan rencana presiden lima tahun ke depan.

img_title Usai Putusan MA soal Suket Gibran, Ahmad Khozinudin Desak DPR Makzulkan Wapres

Oleh karena itu, cara yang paling elegan dalam polemik RUU KPK adalah Jokowi memanggil pimpinan fraksi untuk berkonsultasi dan diskusi bersama.

"Kemudian dijadwalkan untuk dilakukan legislatif review. Presiden usulkan yang mana yang tidak setuju, konsultasi dengan fraksi-fraksi," ujarnya.

img_title Wamendagri Wiyagus: Bonus Demografi Harus Lahirkan Kepemimpinan Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045

Ia pun membantah butuh waktu yang cukup lama jika melakukan legislatif review. Menurutnya, jika sudah ada kesepakatan antara pemerintah dan DPR maka pembahasan akan berjalan cepat.

"Lakukan saya minta kalau bisa selesaikan dalam waktu 3-4 hari selesai. UU nomor 12/2011 yang kita revisi yakni pembentukan peraturan perundang-undangan saya selesaikan di Baleg dua hari," katanya.

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman

Bidik Harta Pelaku Investasi Bodong lewat RUU Perampasan Aset, DPR Soroti Nasib Korban Indra Kenz hingga Doni Salmanan

DPR mengusulkan RUU Perampasan Aset mengatur penyitaan harta pelaku investasi bodong dan penipuan umrah agar hasilnya diprioritaskan untuk mengganti kerugian para korban.

img_title
VIVA.co.id
31 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut