Saran Gerindra ke Jokowi soal Perppu KPK

Anggota DPR Fraksi Gerindra, Supratman Andi Atgas.
Sumber :
  • VIVAnews/Bayu Nugraha

VIVA – Anggota DPR Fraksi Gerindra, Supratman Andi Atgas menyarankan agar Presiden Joko Widodo mendiskusikan kembali UU KPK dengan pihak DPR RI. Menurutnya, antara pemerintah dan DPR harus mempunyai relasi yang sejalan agar tak terjadi ketegangan nantinya membuat jadi masalah.

img_title 63.789 Pekerja Kena PHK, DPR Desak Pemerintah Kawal Hak Mereka Dipenuhi Perusahaan

"Bukan soal pemakzulan. Kalau pemakzulan itu terlalu jauh menurut saya. Tapi dalam beberapa hal pemerintah itu juga berkeinginan untuk membuat undang-undang merupakan usul pemerintah," kata Supratman di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 5 Oktober 2019.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia pun mencontohkan soal wacana pemindahan ibu kota yang saat ini tengah dibahas. Jika gara-gara UU KPK terjadi ketegangan antara pemerintah dan DPR, maka akan menghambat agenda pembangunan dan rencana presiden lima tahun ke depan.

img_title DPR Bentuk Panja RUU Perampasan Aset, Habiburokhman Pimpin Pembahasan hingga Target 15 Desember

Oleh karena itu, cara yang paling elegan dalam polemik RUU KPK adalah Jokowi memanggil pimpinan fraksi untuk berkonsultasi dan diskusi bersama.

"Kemudian dijadwalkan untuk dilakukan legislatif review. Presiden usulkan yang mana yang tidak setuju, konsultasi dengan fraksi-fraksi," ujarnya.

img_title Legislator PDIP Apresiasi Polda Riau Bongkar Penyelewengan BBM Subsidi: Usut Jaringan Mafia hingga ke Akarnya

Ia pun membantah butuh waktu yang cukup lama jika melakukan legislatif review. Menurutnya, jika sudah ada kesepakatan antara pemerintah dan DPR maka pembahasan akan berjalan cepat.

"Lakukan saya minta kalau bisa selesaikan dalam waktu 3-4 hari selesai. UU nomor 12/2011 yang kita revisi yakni pembentukan peraturan perundang-undangan saya selesaikan di Baleg dua hari," katanya.

Ilustrasi pesawat

Hore! Pemerintah Siapkan Stimulus Tiket Pesawat untuk Nataru 2027 Senilai Rp722 Miliar

Pemerintah menyiapkan stimulus Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN-DTP) senilai Rp722 miliar untuk penerbangan domestik kelas ekonomi Nataru 2027.

img_title
VIVA.co.id
27 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut