FKPP: Suharso Sewa Preman Bayaran untuk Serang Kader PPP

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa.
Sumber :
  • Istimewa

VIVA - Aksi damai Front Kader Penyelamat Partai (FKPP) PPP yang menuntut Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa untuk mundur dari jabatannya berakhir ricuh. Segerombolan orang yang tidak dikenal muncul dari arah kantor DPP PPP dan menyerang massa yang tengah berorasi.

PPP Tak Lolos ke DPR, Sandiaga: Saya Minta Maaf

Front Kader Penyelamat Partai (FKPP).

Photo :
  • VIVA/ Anwar Sadat.

Sangat Arogan

Suharso: Luar Biasa, Anggaran Revolusi Mental di Daerah Dipakai Beli Motor Trail

Menyikapi aksi penyerangan tersebut, Ketua Front Kader Penyelamat Partai (FKPP) PPP, Syaiful Dasuki, mengatakan penyerangan tersebut sangat arogan. Tindakan penyerangan dan kekerasan apapun alasannya sangat tidak dibenarkan.

"Aksi damai kami ternyata direspons dengan tidak jantan dan dewasa oleh Suharso Monoarfa dengan menyewa preman bayaran untuk menyerang kader PPP," kata Syaiful, dalam konferensi pers, di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu, 25 Juni 2022.

Bahlil Akui Belum Ada Investor Asing di IKN, Kepala Bappenas: Domestik Kan Banyak

Baca juga: FKPP Tuntut Suharso Mundur, Laporkan Kasus Penyerangan ke Polisi

Tidak Menunjukkan Kepemimpinan yang Baik

Dia menambahkan dari adanya tindakan ini menunjukkan bagaimana sikap Suharso dalam menghadapi kader yang penyampaikan pendapat. Syaiful menilai apa yang dilakukan Suharso sangat tidak menunjukkan kepemimpinan yang baik.

"Ini bukti nyata agar publik tahu bahwa beginilah watak Suharso Monoarfa yang anti kritik, anti demokrasi dan anti perbedaan. Selain aturan yang dibuatnya semena-mena untuk kepentingan pribadi, dia pun sampai hati dengan bengisnya membenturkan kader PPP asli dengan preman yang disewanya," ujar Syaiful.

Diapun menyesalkan aparat keamanan yang terkesan membiarkan terjadinya penyerangan oleh preman tersebut. Seharusnya, aparat keamanan dapat mencegah adanya segerombolan orang yang menyerang massa aksi.

"Karena kami kader tulen PPP, maka kami tidak ladeni aksi penyerangan tersebut namun akan kami proses hukum Suharso Monoarfa karena ada beberapa kader kami yang terluka akibat penyerangan tersebut," ujar Syaiful.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya