Gus Yahya: Muhammadiyah Bebas Ambil Jarak dari Pemilu, NU Dikejar

Ketum PBNU Gus Yahya Cholil Staquf.
Sumber :
  • Twitter @DPP_PPP

VIVA Politik - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengingatkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dan elite parpol lainnya agar tak memperalat identitas dalam kompetisi Pemilu 2024. Dia menyinggung agar tak menggunakan identitas NU.

Ketimbang Wacana Hak Angket, AHY Pilih Rekonsiliasi

"Di dalam menghadapi kompetisi yang ada kita mohon betul supaya jangan menggunakan identitas sebagai senjata apakah itu identitas etnik, identitas agama termasuk identitas NU," kata Gus Yahya saat memberikan sambutan di acara HUT ke-10 Forum Pemred di Hotel Raffles Jakarta, Jumat, 5 Agustus 2022.

Dalam acara tersebut, hadir 6 tokoh yang diundang Forum Pemred. Selain Cak Imin, hadir juga Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Usai Dapat 11 Suara di Pemilu 2024, Dede Sunandar Bersyukur Jadwal Syuting Kini Padat

Selain itu, Ketua Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya

Photo :
  • VIVA / Nur Faisal (Surabaya)
Bawaslu Tak Mau Tanggapi Wacana Hak Angket Terkait Pemilu 2024

Sementara, 4 tokoh lain yang diundang Forum Pemred berhalangan hadir, yakni Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pertahanan yang sekaligus Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Gus Yahya mengungkapkan dirinya harus menyebut NU karena dinilainya kurang beruntung dari Muhammadiyah dalam kompetisi pemilu. Menurut dia, Muhammadiyah bisa mengambil jarak dalam kompetisi politik. Sementara NU selalu dikejar-kejar.

"Muhammadiyah ini bisa bebas mengambil jarak dari kompetisi semacam ini, NU ini mau lari pun dikejar-kejar," kata Gus Yahya.

Menurut Gus Yahya, sekeras apapun kompetisi pemilu, tidak boleh memanfaatkan identitas sebagai senjata menghadapi lawan. Eksploitasi identitas, kata Gus Yahya, berisiko pada polarisasi dan perpecahan di tengah masyarakat.

"Kita ingin semuanya terus bersatu, terus harmonis, apapun kompetisi yang akan berlangsung. Sekeras apapun maka kita tentunya sangat berharap bahwa dalam kompetisi nanti jangan sampai ada cara-cara yang memperalat identitas sebagai senjata," tuturĀ Gus Yahya.

Dalam sambutan pada acara tersebut, Cak Imin sempat menyinggung mengenai ceramah orang NU. Menurut dia, orang NU seperti dirinya tidak bisa ceramah dalam waktu yang singkat seperti yang diberikan panitia Forum Pemred untuk bicara dalam waktu maksimal 8 menit.

"Terus terang saya kesulitan untuk berbicara delapan menit karena orang NU banyak ceramahnya, mutar-mutarnya ke mana tapi kesimpulannya bagus biasanya," kata Cak Imin.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya