Puan Isyaratkan DPR Panggil Kapolri terkait Kematian Brigadir J

Ketua DPR RI Puan Maharani saat rapat tahunan MPR 2022
Ketua DPR RI Puan Maharani saat rapat tahunan MPR 2022
Sumber :
  • YouTube Sekretariat Presiden

VIVA Politik – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Puan Maharani berharap aparat penegak hukum dapat segera menuntaskan penyelidikan kasus kematian Brigadir Nofriansyah Hutabarat atau Brigadir J yang telah berjalan lebih dari sebulan. Puan menekankan pengusutan kasus itu tidak berlarut-larut.

Dia juga menegaskan bahwa Kepolisian harus menangani kasus ini secara transparan kepada masyarakat untuk menghindari adanya rekayasa dan membangun citra polisi kembali pada publik.

"Saya berharap, tentu saja, ke depan apa yang menjadi proses tersebut bisa segera dibuka secara terbuka, dan kasus ini segera selesai," kata Puan kepada wartawan saat berada di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Selasa, 16 Agustus 2022.

Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat.

Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat.

Photo :
  • VIVA/ Syarifuddin Nasution.

Puan juga menekankan untuk Polri bisa mengusut tuntas kasus kematian Brigadir J agar tidak menimbulkan pemberitaan yang simpang siur di kalangan masyarakat. DPR, terutama Komisi III, turut memantau kasus Brigadir J.

Saat ditanya mengenai kemungkinan Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan dipanggil oleh Komisi III DPR, Puan mengatakan bahwa hal tersebut bisa saja terjadi. "Menurut saya, dimungkinkan karena sebagai fungsi pengawasannya itu merupakan ranah dari Komisi III," ujarnya.

Suasana di depan rumah dinas Irjen Ferdy Sambo saat Komnas HAM akan olah TKP.

Suasana di depan rumah dinas Irjen Ferdy Sambo saat Komnas HAM akan olah TKP.

Photo :
  • VIVA.co.id/ Yeni Lestari

Puan menekankan bahwa melalui kasus yang melibatkan anggota kepolisian itu tidak boleh membuat instansi kepolisian tercoreng dan mendapat citra yang buruk di mata publik.

Dia ingin Kepolisian mengusut kasus itu dengan berlandaskan bahwa semua orang sama di mata hukum. "Jangan sampai kemudian citra Polri itu tercoreng dan membuat kepercayaan masyarakat jadi berkurang."