Guntur Romli: Koalisi Prabowo Kelihatan Besar dari Luar tapi Remuk di Dalam

Golkar dan PAN saat deklarasi dukung bacapres Prabowo Subianto.
Sumber :
  • Dok. Golkar

Jakarta - Partai Golkar dan PAN sepakat mendukung Prabowo Subianto sebagai bakal capres 2024. Sikap politik Golkar dan PAN itu juga menambah kekuatan poros koalisi yang sudah dibangun Gerindra bersama PKB.

Prabowo Terima Kunjungan Dubes Denmark, Bicara soal Peningkatan Kerja Sama Pertahanan

Menanggapi itu, salah satu pentolan relawan pendukung Ganjar Pranowo, Guntur Romli beri sindiran. Bagi eks politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu, koalisi pendukung Ganjar masih belum aman.

Guntur menyebut poros empat parpol parlemen itu hanya terlihat besar dari luar. Tapi, dari dalam masih remuk karena jatah cawapres pendamping Prabowo belum disepakati.

Muncul Isu Duet Kaesang-Zita Anjani di Pilkada Jakarta, PSI Masih Mikir-mikir

Dia menyoroti Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang masih ingin jadi cawapres Prabowo. Pun, Golkar juga menyodorkan ketua umumnya yaitu Airlangga Hartarto. Lalu, PAN mendorong Menteri BUMN Erick Thohir jadi pendamping Prabowo.

Sinyal Kuat dari PKB Usung Bobby Nasution di Pilgub Sumut Usai Silaturahmi ke Cak Imin

"Sangat belum aman. Kalau Cak Imin gak dipilih jadi cawapres Prabowo, dia pasti keluar. Koalisi Prabowo itu kelihatan besar dari luar tapi remuk di dalam. PAN, Golkar dan PKB itu sama-sama nyodorin cawapres," kata Guntur, saat dikonfirmasi VIVA pada Senin malam, 14 Agustus 2023.

Guntur juga tak merasa ciut dengan Golkar dan PAN merapat ke Prabowo. Dia bilang relawan Ganjarian Spartan tetap akan ikhtiar berjuang mengawal Gubernur Jawa Tengah tersebut. "Kami gak ciut, malah makin ada tantangan, makin semangat," tuturnya.

Politikus PSI Guntur Romli.

Photo :
  • Instagram Guntur Romli @gunromli

Dalam keterangan tertulis, Guntur sebelumnya juga menyoroti Golkar dan PAN yang mendukung Prabowo sebagai skenario mengeroyok Ganjar Pranowo. Dia bilang pengeroyokan Ganjar itu dengan cara menggalang koalisi parpol yang gemuk.

Namun, ia menuturkan Pemilihan Presiden (Pilpres) berbeda dengan Pemilihan Legislatif (Pileg). Hal itu karena tokoh Capresnya yang sangat menentukan, bukan koalisi parpolnya.

"Hal ini mengingatkan kita pada Pilpres 2014, waktu itu Joko Widodo dikeroyok oleh gabungan 6 parpol, termasuk di dalamnya Gerindra dan Golkar. Namun Jokowi tetap menjadi pemenang Pilpres 2014," sebut Guntur.

Guntur juga menyebut untuk 2024, ia termasuk pihak yang akan tetap membendung kembalinya kekuatan Orde Baru dan Dinasti Cendana. Dia menyebut penggalangan kekuatan parpol-parpol tersebut hanya bisa memungkinkan melalui fulus dan janji-janji bagi-bagi jabatan.

"Hal itu terjadi karena survei-survei yang obyektif menempatkan Ganjar mendapat dukungan kuat dari akar rumput. Maka Ganjar harus dikeroyok," tuturnya.

Sebelumnya, bakal capres Prabowo Subianto buka suara pasca Golkar dan PAN menyatakan deklarasi dukungan terhadapnya. Merapatnya Golkar dan PAN itu menambah dukungan poros Gerindra-PKB yang sudah berkoalisi.

Prabowo bilang urusan cawapres disepakati akan dilakukan lewat diskusi dan musyawarah untuk menentukan figur terbaik.

"Pembicaraan tentang cawapres sudah sepakat bahwa kami akan terus berdiskusi, musyawarah, mencari calon yang terbaik dan bisa diterima keempat partai," kata Prabowo di Museum Naskah Proklamasi, Jakarta, Minggu, 13 Agustus 2023.

 

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah

Banggar DPR Catat Sederet Program yang Harus Dilanjutkan Prabowo

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah mengatakan ada sejumlah agenda strategis yang harus dilanjutkan oleh Pemerintahan Presiden terpilih, Prabowo Subianto

img_title
VIVA.co.id
6 Juni 2024