Sudah Salaman dengan AHY, Demokrat Tetap Ingin Moeldoko Minta Maaf Terbuka juga ke SBY

AHY dan Moeldoko di Istana Negara Jakarta
Sumber :
  • Vico - Biro Pers Sekretariat Presiden

Jakarta - Meski Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY sudah bersalaman dengan Kepala Staf Presiden, Moeldoko, tetapi bagi Demokrat permintaan maaf terbuka harus dilakukan. Itu juga agar kebersamaan Moeldoko dan AHY yang kini menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang, di Kabinet Indonesia Maju, berjalan indah. 

Kelakar Megawati Sebut Mensos Risma Menteri Cengeng

Itu dikatakan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny K Harman. Moeldoko dan Demokrat sempat berseteru usai AHY terpilih aklamasi sebagai ketua umum pada 2020 lalu. Sejumlah kader menggelar Kongres Luar Biasa atau KLB dan mengangkat Moeldoko sebagai ketua umum. Moeldoko dituding ingin merebut dan membegal Partai Demokrat. Perseteruan itu hingga ke ranah hukum, dan dimenangkan kubu AHY.

"Ya, Pak Moeldoko harus minta maaf sama Pak AHY secara resmi. Pak Moeldoko harus menunjukkan sikap kenegarawanannya, bahwa apa yang dia lakukan salah. Salahnya itu bukan karena politik tapi karena hukum," kata Benny K Harman, Selasa, 27 Februari 2024. 

World Water Forum Ke-10 di Bali Resmi Ditutup, Indonesia Banjir Apresiasi

Selain itu, Benny juga mengingatkan Moeldoko agar meminta maaf kepada Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Moeldoko adalah mantan Panglima TNI di era pemerintahan Presiden SBY.

"Agar kebersamaan itu indah di kabinet sebaiknya Moeldoko menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Pak SBY dan Mas AHY," kata Benny. 

Utang Pemerintah Tinggi, Megawati Bingung Cara Bayarnya: Ayo Mikir, Jangan Enak-enakan Tidur

Namun, politisi asal NTT itu menilai Moeldoko tak perlu sampai menghadap ke SBY. Dia menekankan, hanya cukup meminta maaf secara terbuka. 

"Enggak usah lah (menghadap SBY), cukup minta maaf saja secara terbuka," kata Benny. 

Di sisi lain, menurut Benny, momen salaman AHY dan Moeldoko di Istana Negara sebelum sidang kabinet paripurna yang dipimpin Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH Maruf Amin kemarin tak menandakan kalau keduanya telah berdamai. 

"Ya salaman formalitas ya, salaman tanpa makna, tidak meaningfull. Moeldoko sebagai negarawan ya, kalau mau negarawan (minta maaf) kalau enggak mau, ya, engak usah," imbuhnya.

Momen AHY Salaman dengan Moeldoko

KSP Moeldoko dan Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Photo :
  • Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

Sebelumnya diberitakan, Salah satu moment yang menyedot perhatian dalam rapat kabinet paripurna di Istana Negara, adalah Menteri ATR Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY dan Kepala Staf Presiden, Meoldoko. Keduanya akhirnya bersalaman, di sela-sela menunggu kehadiran Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Maruf Amin, Senin, 26 Februari 2024.

Perseteruan AHY dan kepengurusan Partai Demokrat di bawah kepemimpinannya, bermula saat ada agenda Kongres Luar Biasa atau KLB Demokrat di Sumatera Utara. Saat itu Demokrat masih di luar pemerintahan Presiden Jokowi. Kongres yang dianggap kubu AHY itu tidak sesuai aturan, mengangkat Moeldoko sebagai ketua umum. Hingga akhirnya berproses di hukum dan dimenangkan kubu AHY. Moeldoko disebut berupaya membegal Partai Demokrat.

Setelah AHY resmi dilantik oleh Presiden Jokowi pada Rabu 21 Februari 2024, salah satu yang dicari adalah Moeldoko. Bahkan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng, yang ingin lihat seperti apa respon Moeldoko setelah AHY resmi menjadi menteri.

Moeldoko mengaku biasa saja saat bertemu dengan AHY. Bahkan, mantan Panglima TNI itu menyebut tidak ada rasa kaku saat bersalaman.

“Ini kan biasa, namanya juga satu rekan kabinet. Tadi kaku enggak? Kan dilihat,” kata Moeldoko di Kompleks Kepresidenan.

Sementara, Moeldoko tidak menutup pintu untuk mengundang AHY berdiskusi di Kantor Staf Presiden. Sebab, Moeldoko ingin berbicara soal pemerintahan Jokowi disisa masa jabatannya hingga Oktober 2024 meskipun pernah berseteru dengan AHY.

“Enggak ada mengganggu hubungan kerja, tetap enggak ada alasan apapun. Kita berbicara efektifitas pemerintah. Bisa aja saya undang ke kantor kan. Kalau ada rapat di KSP kita undang enggak ada masalah,” ungkapnya.

AHY mengaku tidak sempat berbincang lama dengan Moeldoko saat bersalaman. Memang, AHY awalnya lagi ngobrol dengan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto. Lalu, Moeldoko datang langsung hormat dan menyalami Hadi serta AHY.

“Enggak (ucapan selamat dari Pak Moeldoko). Salaman aja tadi. Biasa saja (perasaan) seperti orang bersalaman, enggak ada masalah,” pungkasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya