Golkar Meroket di Pileg 2024, Airlangga hingga Ahmad Doli Dinilai Punya Peran Penting

Wakil Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemiu DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia
Sumber :
  • istimewa

Jakarta - Keberhasilan Partai Golkar di Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2024 sebagai titik balik partai berlambang pohon beringin itu setelah dalam beberapa pemilu terakhir suaranya menurun. Meroketnya Golkar di Pileg juga memperlihatkan efektifitas kepemimpinan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Eks Penyidik KPK Soroti Proses Seleksi Calon Anggota BPK

Figur Airlangga dianggap bisa memanaskan mesin politik partai sampai ke ranting. Golkar di bawah Airlangga juga elite tim kepengurusan yang solid seperti salah satunya adalah Wakil Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilihan Umum DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung.

Dengan posisi itu, Doli Kurnia dinilai punya peran penting lantaran bertanggung jawab jalankan strategi pemenangan hingga ke level terbawah saat Pileg 2024.

Kemenkeu soal Kenaikan Gaji PNS pada 2025: Tunggu 16 Agustus

Pengamat politik dari Developing Countries Studies Center (DCSC) Zaenal A Budiyono menilai pencapaian suara Golkar di Pileg 2024 memang mengejutkan. Bagi dia, pencapaian di 2024 sebagai titik balik Golkar setelah banyak tokoh yang keluar hingga mendirikan partai baru.

“Banyaknya elit Golkar yang keluar dan mendirikan partai baru sempat membuat suara partai beringin terkoreksi. Namun, kini mereka berhasil mengkonsolidasikan diri dan memanaskan mesin hingga di kepengurusan terbawah,” kata Zaenal di Jakarta dikutip pada Minggu, 16 Juni 2024.

DPR Ingatkan Pemerintah Jangan Sibuk Pemulihan PDNS tapi Abaikan Nasib Data Pribadi

Dia menjelaskan, dari hasil survei beberapa bulan menjelang Pileg 2024, suara Golkar masih stagnan satu digit. Zaenal mencontohkan seperti hasil survei Desember 2023 yang menyatakan elektabilitas Golkar hanya berada di kisaran 9,3 persen. Namun, hasil itu berbeda jauh saat Pileg 2024 karena Golkar mampu meroket hingga 17,59 persen di Pileg 2024.

Menko Perekonomian sekaligus Ketum DPP Golkar Airlangga Hartarto.

Photo :
  • istimewa

Zaenal pun coba menganalisa pemicu Golkar bisa bangkit hingga berjaya di Pileg 2024. “Pertama, yang saya dengar langsung dari beberapa sumber, Golkar menyadari bahwa kepengurusan di ranting sudah lama mati suri. Lalu dilakukan revitalisasi secara massif sehingga mesin partai hidup lagi,” jelas Zaenal.

Lebih lanjut, menurutnya faktor kedua yaitu kecermatan Golkar memanfaatkan coattail effect atau efek ekor jas Presiden RI Joko Widodo dan Presiden RI terpilih Prabowo Subianto sekaligus.

“Hasilnya kita lihat suara Golkar melebihi Partai Gerindra yang notabene partainya Pak Prabowo dan menempel PDIP. Saya kira desk pemenangan pemilu Golkar menyiapkan strategi ini sejak lama. Bukan ujug-ujug," lanjut Zaenal.

Kemudian, alasan ketiga yaitu keberhasilan penempatan calon anggota legislatif atau caleg di daerah pemilihan yang tepat. Dia mengatakan demikian karena para caleg itu jadi ujung tombak kampanye saat Pileg 2024 untuk menarik simpati pemilih.

Selain itu, dia menyebut ada juga faktor lain seperti proses seleksi dan sekolah partai untuk caleg di Golkar Institute sejak dua tahun lalu. "Saya kira itu berpengaruh, khususnya dalam pemetaan isu di tiap Dapil, dan juga mengukur kekuatan dan kelemahan partai,” tutur Zaenal.

Di Pileg 2024, Golkar berhasil mengamankan 18 persen kursi DPR atau 102 kursi. Kemudian, Golkar juga moncer dalam pencapaian raihan kursi di DPRD tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Untuk diketahui, Golkar jadi partai terbanyak yang dapat kursi DPRD Provinsi. Angkanya naik 50 kursi jadi 359 kursi dari sebelumnya hanya 309 di Pileg 2019.

Lalu, Golkar juga mengamankan 2.521 kursi DPRD Kabupaten/Kota se-Indonesia. Naik 99 kursi atau 4 persen dibandingkan Pileg 2019 lalu yang hanya 2.422 kursi. Jumlah itu setara dengan 14.4 persen dari total 17.510 kursi DPRD secara nasional.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya