Belum Dengar Ada Reshuffle Kabinet, tapi Sebagai Pembantu Presiden Sandiaga Uno Bilang Harus Siap

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno. VIVA/Muhammad AR
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhammad AR (Bogor)

Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengaku belum mengetahui informasi mengenai adanya isu reshuffle kabinet pemerintahan Joko Widodo. Isu ini berembus usai Jokowi bertemu dengan ketua umum partai politik pendukung pemerintah beberapa waktu lalu.

Donald Trump Ditembak Saat Kampanye, Pengamanan ke Jokowi Diperketat?

"Saya belum dengar itu, saya baca dari media," kata Sandiaga Uno kepada wartawan di kawasan Jakarta Selatan, Minggu, 16 Juni 2024.

Meski demikian, Sandiaga menekankan sebagai pembantu Presiden dirinya dan menteri lainnya siap di-reshuffle kapanpun oleh Presiden Jokowi.

KPU Bali Hilangkan WNA yang Terdaftar sebagai Pemilih pada Pilkada 2024

"Tapi kan kita sebagai pembantu Presiden siap di-reshuffle kapan pun," tutur dia.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi beberapa waktu lalu bertemu dengan ketua umum partai politik pro pemerintah. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menyebut hal itu dilakukan Jokowi untuk menjaga soliditas.

Golkar Sodorkan Duet Kaesang-Jusuf Hamka di Pilgub DKI, PAN Kekeh Usul Zita Anjani

Ia mengatakan, banyak hal dibahas Jokowi dengan para ketua umum partai, termasuk soal Pilkada.

"Ya untuk soliditas. Ya macam-macam lah (bahas Pilkada), ya pokoknya solidlah," ujar Budi Arie kepada wartawan di Jakarta, dikutip Jumat, 14 Juni 2024.

Terkait wacana reshuffle, Budi Arie menegaskan bahwa itu merupakan hak prerogratif Presiden. Namun, ia tak memungkiri Jokowi membahas reshuffle kabinet saat bertemu ketua umum parpol. Ia pun melemparkan sinyal terkait reshuffle kabinet tersebut.

"Ya mungkin (bahas reshuffle). Ya bisa iya, bisa enggak (reshuffle kabinet). Kan hak prerogatif Presiden masa kita mengomentari," ujar dia. 

Ia menambahkan bahwa reshuffle kabinet merupakan sebuah sinkronisasi terhadap pro pemerintah. Termasuk, kata dia, pihak-pihak yang masih terlihat semangat menjalani pemerintahan Jokowi.

"Pemerintahan harus solid, ini kan berkelanjutan, sinkronisasi berkelanjutan, sehingga konsolidasi perlu kan harus satu suara. Ya, kan bisa dilihat, mana yang masih semangat tempur 45," tuturnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya