Relawan Jokowi Gelari SBY Bapak Anti-Demokrasi

Presiden SBY ketika berpidato di Sidang Majelis Umum PBB, New York
Sumber :
  • Akun resmi Twitter Presiden SBY

VIVAnews  - DPR telah mengesahkan Rancangan Undang-undang Pemilihan Kepala Daerah dan mengembalikan pelaksanaan Pilkada ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Namun meski telah disetujui di sidang paripurna, masih ada elemen masyarakat yang menentang pelaksanaan UU itu. Salah satunya adalah Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP).   

Rencananya Bara JP akan menggelar aksi damai di depan Istana Negara, Jakarta. Mereka akan memberikan penghargaan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di akhir masa jabatannya.

Menurut Ketua DPP Bara JP Bidang Aksi Syafti Hidayat, mereka akan menyerahkan penghargaan kepada SBY sebagai 'Bapak Anti-Demokrasi'. Penyerahan penghargaan dianugerahkan berbarengan dengan sebuah trofi berukuran besar. Aksi akan digelar sekitar pukul 10.00 WIB.

"Kita berikan penghargaan ini karena SBY telah membunuh hak demokrasi rakyat, dengan merubah pemilu langsung yang sekarang menjadi tidak langsung," ujar Syafti, Selasa 30 September 2014

Setelah menggelar aksi di Istana Negara, lanjut Syafti, pihaknya kembali akan melanjutkan aksi ke kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa.

"Kami meminta supaya SBY jangan dijadikan sebagai Sekjen PBB atau lembaga dunia lainnya, karena dunia akan bertambah kacau jika seorang yang anti demokrasi seperti SBY menjadi Sekjen PBB," katanya.

SBY sendiri menyatakan prihatin dengan hasil proses politik di DPR. Dia berusaha mencari jalan UU Pilkada yang baru disahkan DPR tidak berlaku. Soal ini, baca di sini:




Polisi Ungkap 4 Mahasiswa Junior STIP Jakarta Batal Dianiaya Seniornya


Telkom Punya Tabungan Rp6,8 Triliun
Polisi patroli di RTH Tubagus Angke

Heboh Kondom Berserakan di RTH Tubagus Angke, Polisi Gencarkan Patroli

Patroli gabungan secara intensif digencarkan dalam upaya mengantisipasi potensi kembalinya aksi prostitusi liar di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tubagus Angke.

img_title
VIVA.co.id
5 Mei 2024