Sosok yang Pas Memimpin Partai Golkar Pilihan Pakar

Priyo Budi Santoso
Priyo Budi Santoso
Sumber :
  • VIVAnews/Adri Irianto

VIVAnews - Partai Golkar sebentar lagi menggelar Musyawarah Nasional yang salah satu agendanya pemilihan Ketua Umum. Kursi itu, kini tengah diperebutkan beberapa tokoh senior Golkar.

Untuk itu pada Kamis 13 November 2014, Lembaga Survei Poltracking memaparkan hasil survei yang melibatkan para pakar untuk mencari sosok yang pas untuk memimpin partai beringin itu.

Hasilnya, para pakar merekomendasikan Priyo Budi Santoso untuk memimpin partai Golkar dengan mendapat nilai 19,05 dari para pakar. Kemudian disusul Agung Laksono yang mendapat nilai 17,46, kemudian Hadjriyanto Thohari mendapat nilai 16,67 persen. Lalu berturut-turut Aburizal Bakrie dengan nilai 12,07, Agus Gumiwang dengan nilai 9,52, Airlanggga Hartarto dengan nilai 7,14, MS Hidayat dengan nilai 3,17, dan Zainudin Amali dengan nilai 1,59.

Hasil itu, didapat dengan melakukan beberapa penilaian terhadap masing-masing tokoh Golkar itu. Seperti integritas, kompetensi dan kapabilitas, visi dan gagasan, komunikasi elite, visi dan gagasan, komunikasi elite, komunikasi publik, akseptabilitas publik, pengalaman dan prestasi kepemimpinan, kemampuan memimpin organisasi kepartaian, kemampuan memimpin koalisi partai politik di pemerintahan serta kemampuan memimpin pemerintahan dan negara.

Metode riset sendiri dlakukan dengan focus group discussion dan kajian yang relevan dalam topik organisasi kepartaian. Penilaian atas 10 variabel riset itu dilakukan oleh pakar dengan kualifikasi bidang dan level kepakaran. Sementara kualifikasi kepakaran adalah akademisi bergelar minimal master atau peneliti senior di sebuah lembaga riset yang konsen terhadap isu sosial politik.

Kepakaran diukur melalui gelar akademik yang diperoleh, karya atau publikasi yang dimiliki dan tingkat frekuensi rujukan.

Riset ini dilakukan oleh 173 pakar di seluruh Indonesia dengan berbagai disiplin ilmu. Misalnya, politik, sosial, ekonomi, psikologi, hukum, media, komunikasi dan lainnya.

Para pakar yang menilai itu adalah, pakar ilmu politik dan pemerintahan, analis politik, pelaku politik lintas partai, pakar hukum, budayawan dan tokoh masyarakat, praktisi pemerintahan, jurnalis dan tokoh media, pakar komunikasi, pakar sosiologi dan pakar organisasi dan managemen.

Riset ini, kata Peneliti Poltracking, Agung Baskoro, juga menggunakan metode uji kelayakan figur melalui tiga tingkatan penyaringan yaitu, uji kelayakan kandidat melalui meta analisis, analusis pemberitaan media, hasil servei, dan dokumentasi studi yang relevan.

Kemudian, dilakukan FGD untuk menganalisis lebih jauh nama yang didapat dari hasil meta analisis, penilaian masing-masing figur terseleksi dilakukan oleh pakar dan tokoh yang memiliki pengaruh opini di publik. Kegiatan riset ini dilakukan pada 3-11 November 2014.

Menurut Agung, dari hasil riset itu, pakar menilai bahwa integritas dan rekam jejak yang memiliki nilai paling tinggi adalah Hadjriyanto Thohari dengan nilai 6,59 dan nomor dua adalah Priyo Budi Santoso dengan nilai 6,19. Sementara jika dinilai dari kompetensi dan kapabilitas, visi dan gagasan, komunikasi elit, komunikasi publik, akseptabilitas publik, pengalaman dan prestasi kepemimpinan, kemampuan memimpin organisasi kepartaian, kemampuan memimpin koalisi partai politik di pemerintahan serta kemampuan memimpin pemerintahan dan negara Priyo Budi Santoso mengungguli tujuh tokoh lainnya.

Sementara Hadjriyanto Thohari, konsisten berada di nomer urut dua bergantian dengan Agung Laksono.