Demokrat: Dana Rp1 Triliun untuk Saksi Pemilu Saja

Warna-warni atribut kampanye Pemilu 2014
Sumber :
  • ANTARA/Irwansyah Putra
VIVA.co.id
- Wakil Ketua DPR RI dari Partai Demokrat Agus Hermanto menolak wacana dana satu triliun untuk partai politik. Dia menyebut lebih baik pemerintah membiayai dana saksi.

Hal ini dikemukakannya berkaitan dengan wacana pembiayaan parpol dari negara sebesar satu triliun rupiah per parpol yang dilontarkan Mendagri Tjahyo Kumolo beberapa waktu lalu.

"Menurut saya (dana) 1 triliun itu terlalu besar, takutnya malah jadi ramai yang membentuk parpol. Kalaupun harus ditingkatkan besarannya tidak sampai satu triliun," ujarnya di Gedung DPR RI Senayan, 13 Maret 2015.

Agus mengatakan selama ini dana untuk dana saksi yang dibiayai oleh partai cukup memberatkan. Karena itu, dia berharap negara yang membiaya para saksi dalam pelaksanaan pemilu.

"Pemilu cuma 5 tahun sekali, sangat bagus jika dana saksi negara yang membiayai, ini tentu akan menjaga independensi saksi. Bagus buat demokrasi kita," katanya.

Seperti diketahui Mendagri Tjahjo Kumolo mewacanakan dana satu triliun rupiah untuk parpol, yang merupakan rencana jangka panjang dan akan menekan angka korupsi sebab pejabat publik tidak harus mengeluarkan biaya untuk merengkuh jabatan publik.

Hal ini bisa terlaksana pada 2019 jika semua elemen sepakat mengenai pembiayaan bagi parpol dari APBN.

Novanto Tersangka, Golkar: Kami Beda Dengan Demokrat

Baca juga:

Muhammad Iqbal/ Jakarta

DPR Versus KPK, Roy Suryo: Tembak Nyamuk dengan Meriam
Ilustrasi Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat rapimnas partai,

Demokrat Beberkan Alasan Pilih Koalisi Prabowo Ketimbang Jokowi

"Bagi kami koalisi ingin yang setara, sederajat.

img_title
VIVA.co.id
9 Juli 2018