Jadi Ketum Golkar, Novanto Janji Mundur dari Ketua Fraksi

Ketua Umum Golkar Setya Novanto
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

VIVA.co.id – Calon Ketua Umum DPP Partai Golkar, Setya Novanto berjanji akan mengundurkan diri dari Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI bila nantinya terpilih sebagai ketua umum. Hal itu disampaikan Novanto saat sosialisasi di Nusa Dua, Bali, Kamis malam, 12 Mei 2016.

"Saya akan mengundurkan diri dari Ketua Fraksi Golkar kalau saya terpilih jadi ketua umum," tegas Novanto.

Keputusan itu dia ambil agar memiliki waktu penuh mengurus Golkar. "Saya akan setiap hari turun menemui kader di tingkat I dan II sampai kecamatan dan kelurahan," ujarnya.

Ia mengaku memiliki tujuh program prioritas yang diberi nama Sapta Krida jika terpilih sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar. Pertama, adalah konsolidasi secara total vertikal dan horizontal. Kedua adalah prioritas kaderisasi di tingkat desa dan kelurahan.

"Di sinilah keadaan partai kita ini yang akan saya prioritaskan. Desa dan kelurahan adalah basis Golkar. Ini akan menjadi tonggak kita. Desa dan kelurahan menjadi kekuatan luar biasa," tuturnya.

Ketiga, Novanto akan memperbesar peranan kekuatan DPD I dan II. "Peranan kekuatan DPD I dan II akan diperkuat dalam menjaring bupati/wali kota, gubernur dan legislatif. Akan diprioritaskan khususnya ketua-ketuanya," terang mantan Ketua DPR RI ini.

Keempat, ia berkomitmen melakukan transformasi Partai Golkar menjadi partai modern. Masalah teknologi akan menjadi prioritasnya untuk dibenahi.

"Masalah sistem IT, teknologi yang berkaitan media, harus dibuat kekuatan luar biasa. Dari Sabang dan Marauke kaderisasi harus diperbaiki. Sehingga, ketika kita ingin mengetahui kondisi di Papua, kita cukup dari pusat kita langsung tahu keadaan di Papua, Maluku dan lainnya. Ini yang harus diperbaiki. Kalau tidak, kita kalah dari partai lain, jelas dia.

Aziz Syamsudin: Setiap Kader Punya Kesempatan Maju Caketum

Kelima, Novanto akan mendirikan pusat pendidikan kader. "Ini adalah khusus bank dan sistem informasi serta dokumentasi akan kita perkuat. Kecamatan, keluarahan dan desa harus disempurnakan kembali. Kaderisasi harus dikuat. Organisasi juga. 1 juta 1 kader. 1 juta adalah 1 desa ada 5 kader yang dijaring. Digodok militansinya," katanya.

Keenam, ia bertekad melanjutkan apa yang telah ditinggalkan oleh Aburizal Bakrie (ARB) mengenai visi Negara kesejahteraan pada tahun 2045.

Desakan Munaslub Menguat, DPP Golkar Harus Gelar Pleno Lagi

"Dalam hal ini kita akan menjalankan beberapa tahapan yaitu masalah 2015-2025 kita akan memperkuat pembangunan bangsa. Kita akan membangun yang lebih baik. Dan terakhir 2025-2045 negara kita maju sejajar dengan Negara lain, kuat, sejahtera. Kita menjadi satu-satunya partai yang melakukan visi Negara kesejahteraan 2045," paparnya.

Terakhir, ia bertekad Partai Golkar akan sukses pilkada 2017 dan 2018. "Dalam pemilu, pemilih muda, perempuan juga akan menjadi prioritas. Jumlah perempuan 50 persen. Untuk menaikkan 3 persen ke depan keterwakilan perempuan ini akan tercapai khususnya di DPR RI," ungkapnya.

Desak Munaslub, 8 DPD Golkar Temui JK
Priyo Budi Santoso.

Priyo Tolak Airlangga Hartarto Dipilih Aklamasi dalam Pleno

Priyo meminta pemilihan dilakukan lewat Munaslub, bukan pleno.

img_title
VIVA.co.id
15 Desember 2017