Ketua MPR: Ribut Soal Agama Itu Kuno

Ketua MPR Zulkifli Hasan.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Syaefullah

VIVA.co.id – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan mengimbau masyarakat agar tidak sibuk mempermasalahkan soal suku, agama, ras dan antargolongan atau isu SARA dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

img_title Fadli Zon Bongkar Asal-usul Pemilihan 17 Oktober Jadi Hari Kebudayaan Nasional

Hal itu disampaikan Zulkifli Hasan saat melakukan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan kepada warga Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, Sabtu, 17 Juni 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tidak boleh mempermasalahkan agama, suku dan lain sebagainya itu enggak boleh, sama kita haknya. Jadi kalau ada ribut-ribut soal agama, kuno. Agama (urusan) masing-masing. Jangan ribut-ribut lagi soal agama," kata Zulkifli Hasan.

img_title Heboh soal Pengajian di Candi Prambanan, Ini Penjelasan Gus Miftah

Menurutnya, persoalan agama merupakan urusan pribadi dan tidak perlu dipermasalahkan oleh sesama anak bangsa. Begitu juga dengan budaya bangsa Indonesia seperti wayang, reog dan lainnya merupakan hal yang tidak perlu dipermasalahkan.

"Bhinneka Tunggal Ika itu kita jangan lagi permasalahkan, latar belakang agama Islam, Kristen, Hindu, Budha," ujarnya.

img_title Kiai Abbas Ingatkan Pentingnya Bhinneka Tunggal Ika Hadapi Polemik Fuad Plered

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengingatkan kepada masyarakat agar tidak sibuk dengan isu yang bisa memecah persatuan dan kesatuan bangsa.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ada orang Padang, orang Sunda, orang Palembang yang tinggal di Tanggamus ya sama haknya dengan orang Tanggamus," tutur besan Amien Rais ini.

Zulkifli lebih lanjut meminta kepada masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan demi keutuhan bangsa sebagaimana sebuah keluarga yang hidup rukun. (ase)  
 

Waketum Golkar, Ace Hasan Syadzily

Gelar Paskah Nasional, Golkar: Bhinneka Tunggal Ika Cara Hidup Berbangsa dan Bernegara

Ace Hasan itu menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Partai Golkar sebagai partai yang inklusif dan menjadi pelaksanaan doktrin karya kekaryaan.

img_title
VIVA.co.id
21 April 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut